Makassar, Inspirasimkassar.com:
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kota Makassar gelar rapat paripurna penyampaian jawaban Walikota terhadap pandangan umum Fraksi-Fraksi tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perusahaan Daerah Air Minum dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Kota Makassar Kepada PT. Bank Sulselbar, Rabu (24/01/2017).Di ruang Paripurna DPRD Makassar.
Mewakili Walikota Makassar Dalam penyampaian jawabannya, Wakil Wakikota Makassar menyikapi pertanyaan dari Fraksi Gerindra yang menilai bahwa adanya kelonggaran dalam persyaratan pengangkatan direksi dan dewan pengawas dalam Ranperda PDAM bertentangan dengan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2007 tentang organ perusahaan Air Minum.
“Adapun kekurangan yang terdapat dalam Ranperda ini sepanjang berkaitan dengan teknis substansi akan dibahas pada tingkat Pansus,” ungkap Dg.Ical sapaan akrab Wakil Walikota Ini.
Mengenai Ranperda Penambahan Modal PT. Bank Sulselbar terhadap tanggapan, harapan dan saran dari Fraksi Nasdem, Dg. Ical mengungkapkan terkait keikutsertaan PT. Bank Sulselbar dalam kegiatan Coorporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka membangun dan mengembangkan kehidupan masyarakat kota Makassar bahwa PT. Bank Sulselbar juga telah turut serta dalam kegiatan pembangunan kehidupan masyarakat melalui kegiatan CSR.
“ PT. Bank Sulselbar telah turut serta dalam kegiatan pembangunan dan pengembangan kehidupan masyarakat melalui kegiatan CSR, hal ini dapat dilihat dari data CSR PT. Bank Sulselbar pada tahun 2014 – 2015 yang mencapai lebih dari 3 Miliar rupiah,” jelasnya.
Diakhir pembacaan penyampaian tanggapan terhadap pandangan umum 9 fraksi, Wakil Walikota, Syamsu Rizal berharap jawaban yang telah dibacakan dapat memenuhi harapan dari pembawa pemandangan umum dan sekiranya masih terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut khususnya yg bersifat teknis kiranya dapat dibahas pada tahap selanjutnya.
“ semoga jawaban yang telah dibacakan dapat memenuhi harapan dari 9 fraksi dan sekiranya masih terdapat hal-hal yang memerlukan penjelasan lebih teknis kiranya dapat dibahas pada tahap selanjutnya,” tutup Dg. Ical. (Adhit)