Jamila (jilbab hitam)
Makassar, Inspirasimakassar,id:
Narasi tentang Raden Adjeng Kartini selalu hadir dengan kebaya. Namun, di era berkemajuan saat ini, memaknai Kartini bukan semata berkutat pada estetika tradisi masa lalu, melainkan bagaimana perempuan mampu mengambil peran strategis. Perempuan dari Ormas Elang Timur Indonesia, atau istilah krennya Srikandi ELIT, salah satunya.
Adalah Sabda– Wakil Bendahara DPP ELIT di Grup Mabes Elang Timur Indonesia tepat pukul 07.09 Wita pagi ini mengunggah status Ucapan Selamat ‘Hari Kartini untuk Perempuan Perempuan Tangguh Elang Timur Indonesia”.
Unggahan Sabda di hari bersejarah ini, tentunya memberi isyarat, betapa Rajen Ajen Kartini yang hari ini, Selasa, 21 April 1879 lalu merupakan ikon perempuan secara keseluruhan menggelora. Tujuannya, meneladani semangat tokoh emanspasi asal Jepara, Jawa Tengah itu.
Kartini modern tidak lagi hanya menulis di balik jendela kamar. Kartini modern adalah perempuan yang turun ke jalan, menggerakkan Ormas, dan membuktikan bahwa keberanian adalah sifat universal yang tak mengenal gender. Dan di Elang Timur Indonesia, semangat itu bukan sekadar dirayakan sekali setahun, tetapi napas yang dihirup setiap hari.
Sabda dalam narasinya juga memberi isyarat bahwa, dulu, Kartini sekadar memperjuangkan surat-suratnya sebagai “senjata” untuk melawan ketidakadilan literasi dan patriarki, maka saat ini, perempuan-perempuan di Elang Timur Indonesia, dan tentunya perempuan perempuan lain di tanah air, meski hanya menggunakan jaringan sosial dan aksi kolektif sebagai instrumen perubahan.
Di sisi lain, unggahan Edha—sapaan akrab Sabda yang juga PNS lingkup Dinas Perhubungan Kota Makassar ini mengingatkan kita, betapa menjadi “Perempuan Hebat” di era berkemajuan saat ini adalah kaum hawa, menjadi perempuan utuh. Yaitu, perempuan yang memiliki visi, perempuan yang memiliki keberanian memimpin, sekaligus tentunya perempuan yang punya ketangguhan mental untuk terus di depan, dan melaju di tengah arus global saat ini.
Terpisah, Ketua Srikandi ELIT, Jamila, dikonfirmasi pagi ini mengharapkan, memperingati Hari Kartini, tidak semata serimonial tahunan, tetapi diisi dengan kegiatan kegiatan bersejarah, meski dalam ruang lingkup kecil.
Menurutnya, peran perempuan masa lalu hanyalah di dapur, tetapi kini mereka terus bergerak di berbagai lini. Dalam ruang lingkup organisasi, perempuan terjun di lapangan. Mereka berpakaian seragam organisasi dengan kepala tegak, mereka melakukan dialog lintas zaman.
Perempuan saat ini seolah berbisik, “kami tidak lagi terkekang dalam pingitan, seperti masa Kartini lalu. Kami seakan elang, kami terbang melintasi cakrawala, dan kami memastikan bahwa perjuanganmu kini telah berbuah kemandirian yang nyata. Kami bisa. Kami mampu. Ingat, saat ini kami sudah berada di semua lini. Di eksekutif, di legislatif, dan yudikatif. Bahkan, kami pernah memimpin negara ini. Kepala negara!
Potensi perempuan itulah, jelas Jamila, maka dirinya menyerukan kepada seluruh perempuan terus bersemangat.
“Bagi kami, kaitan antara semangat Kartini dan semua perempuan, termasuk Srikandi Elang Timur terletak pada semangat kemandirian. Kami tidak lagi menunggu pintu dibukakan, melainkan mendobraknya dengan kapabilitas. Kami perempuan telah menunjukkan bahwa, meski di tengah hutan belantara sekalipun, kami akan terus berjuang mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga advokasi lingkungan. Ayo perempuan perempuan hebat, mari kota berjuang bersama,” tegasnya. (din pattisahusiwa/tim dpp elang timur indonesia)




