Makassar, Inspirasimakassar,id:
Masa SMP sering disebut sebagai fase “pencarian jati diri”. Memahami hal ini, pihak sekolah melirik cara unik. Ada yang menggelar pentas seni, ada pula kegiatan lainnya. Di UPT SPF SMPN 13 Makassar salah satunya.
Dalam rangka mengembangkan kreativitas serta bakat siswa, di sekolah yang dipimpin, Ramli, Spd, M. Pd ini menggelar Pagelaran Karya dan Seni. Kegiatan ini selalu digelar di akhir tahun ajaran.
Berbagai kreasi yang ditampilkan dalam kegiatan ini, mulai dari tari tradisional, musik, puisi, drama, hingga pameran hasil karya siswa. Seluruh rangkaian acara berlangsung meriah dan mendapat apresiasi para guru, hingga orang tua.
Wali kelas 9B UPT SPF SMPN 13 Makassar, Hamriati S Pd, Jumat 15 Mei 2026 mengakui, anak anak didiknya sukses menampilkan kreasi dalam hajatan tahunan ini.
“Bagi kami, penampilan anak anak kelas 9B di ajang kreativitas ini sangat baik, lantaran mereka melakukannya dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan yang tinggi, ,” tuturnya.
Hamriati menambahkan, kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk menampilkan hasil karya, kreativitas, serta kemampuan seni yang dimiliki. Wadah ini juga ada dinamika yang tercipta jauh lebih hidup. Anak anak didik tidak sekadar berinteraksi, tetapi juga dipertemukan dengan rekan-rekan yang memiliki visi kreatif.
“Tentunya, melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat semakin percaya diri, kreatif, dan mampu mengembangkan potensi diri di bidang seni, maupun keterampilan lainnya,” tutup Hamrtiati.
Pernyataan senada dikemukakan Sabda. Orang tua dari salah seorang siswa kelas 9B yang ikut menyaksikan kegiatan itu mengemukakan, selain sebagai ajang hiburan dan apresiasi, pagelaran ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar siswa dan seluruh warga sekolah.
Sabda berharap pihak sekolah terus melakukan kegiatan serupa, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan karakter, bakat, dan kreativitas generasi muda.
“Saya sebagai orang tua melihat, kegiatan yang dilakukan SMPN 13 Makassar ini, bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan sekaligus menjadi wadah strategis bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan rasa percaya diri di luar ruang kelas,” ujarnya.
Sebelum menutup pernyataannya, Sabda berharap pihak SMPN 13 agar terus melakukan kegiatan serupa.
“Sebagai orang tua siswa, kami selalu berharap pihak sekolah melakukan banyak inisiatif untuk melatih anak anak didik. Tujuannya agar anak-anak di sekolah ini, tidak hanya pandai menghitung rumus, tetapi juga mahir merangkai nada, menari dengan jiwa, dan berkomunikasi dengan penuh percaya diri. Karena pada akhirnya, apa yang dilakukan hari ini menjadi batu loncatan bagi panggung kehidupan yang lebih besar di masa depan,” tutup Edha–sapaan akrabnya. (din pattisahusiwa).




