
Forum Komunikasi Taman Pendidikan Qur’an (FK-TPQ) memiliki fungsi penting di tengah masyarakat. Utamanya, dalam pemberantasan buta aksara AI-Quran, dan mewujudkan generasi beriman, serta masyarakat religius. FK-TPQ Kota Makassar, misalnya.
Forum yang dipimpin Rintoh Rachim,S.Ip,M.Si, ini terus menggiatkan dan mengeratkan kerjasama dengan lembaga terkait, tentunya yang berhubungan dengan keagamaan. Salah satunya, Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.
Di hadapan Komisioner Bidang II BAZNAS Kota Makassar ( H.Jurlan Em Saho’as), Rintoh Rachim mengurai berbagai potensi dan keunggulan forum yang dipimpinnya. Termasuk, mengharapkan, kerjasama yang baik di antara kedua lembaga pemerintah nonstruktural ini.

Menurutnya, disamping penguatan dalam penguasaan kitab suci Al-Qur’an,dirinya bersama seluruh jajaran Dewan Pengurus FK-TPQ Kota Makassar periode 2021-2024 juga memiliki berbagai program yang tentunya bermanfaat bagi masa depan santri. Salah satu program unggulan adalah “One TPQ One Entrepreneur (OETOE)” atau satu TPQ satu unit usaha.
Program ini bertujuan membangkitkan jiwa kewirausahaan para pengelola TPQ se Kota Makassar, agar ke depan, seluruh lembaga TPQ menjadi corong dakwah ekonomi di tengah tengah masyarakat di ibukota Sulawesi Selatan ini.
Selain itu, demikian Rintoh Rachim, forum yang berkantor di Jalan Veteran Selatan, kompleks Marinda (Masjid Babussalam lantai 2) ini juga berkomitmen, menjadikan program unggulan tersebut agar dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Makassar. Apalagi, sasaran program ini yakni, seluruh TPQ yang telah terdaftar di Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, di 15 kecamatan dan 153 kelurahan.

“Tentunya, sasaran program One TPQ One Entrepreneur ini, selain mewujudkan kemandirian ekonomi TPQ, juga menjadikan Makassar sebagai kota santri berbasis dakwah ekonomi di Indonesia,” ujarnya.
Rintoh yang juga didampingi Ma’aruf Usman, Fauzan, Juliana, Susi Umasangaji, dan St.Sayani Dama itu mengurai berbagai program yang sementara berjalan di TPQ Al Barzandji Kecamatan Tamalate di antaranya, mobil dakwah ekonomi, kolam budidaya ikan lele, serta Bank Sampah unit Priboemi Mandiri .

Semenara itu, Komisioner BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as didampingi Achmad Taslim menyambut baik ajakan kerjasama dan berbagai program yang dilakukan FK-TPQ Kota Makassar.
Menurutnya, sebagai lembaga yang mengedepankan keummatan, dirinya bersama tiga komisioner lainnya yakni H.Ashar Tamanggong (ketua), Ahmad Taslim (Wakil Ketua I), dan Waspada Santing (Wakil ketua III) berjanji melakukan berbagai upaya pencerdasan pelaku ekonomi kecil menjadi saudagar tangguh, sekaligus memberi senyum kepada kaum dhuafa.
Berbagai program yang kini dan akan dilajani BAZNAS Kota Makassar semuanya bermuara pada kemaslahatan ummat dan memanusiawikan manusia muslim, seperti yang diisyartakan dalam 8 golongan atau asnaf. Yakni, fakir, miskin, riqab atau biasa disebut sebagai hamba sahaya, gharim– orang yang memiliki hutang dan kesulitan melunasinya, mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama Islam untuk merasakan solidaritas. Termasuk, fiisabilillah– pejuang agama Islam, ibnu sabil– orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh, serta amil– orang yang menyalurkan zakat.

H.Jurlan Em Saho’as mengaku, meski baru dilantik pada pertengahan tahun ini, namun para komisioner berketetapan hati menjalani amanah dengan baik, sekaligus membumikan berbagai program agar dirasakan kaum dhuafa.
Program yang saat ini mendapat simpati pelaku UMKM adalah Bantuan Operasional Dhuafa Produktif. Program ini penting. Pasalnya, kebanyakan pelaku UMKM, kurang memiliki kecakapan untuk meningkatkan produktivitas. Malah, di antara pelaku ekonomi kecil ini masih bekerjasama dengan rentenir.
Pernyataan senada dikemukakan Ahmad Taslim. Komisioner bidang 1 ini menambahkan, pihaknya antusias, jika FK-TPQ Kota Makassar kepingin bekerjasama dengan BAZNAS. Hanya saja, akan tentunya didahului dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU). (din pattisahusiwa)