Senin, September 21, 2026
Google search engine
BerandaBeritaChaidir Syam Ungkap Tantangan Terbesar Pemkab Maros di HUT Proklamasi ke-81 Tahun

Chaidir Syam Ungkap Tantangan Terbesar Pemkab Maros di HUT Proklamasi ke-81 Tahun

Maros, Inspirasimakassar, id:

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada tahun 2026 menjadi sarana penting untuk meneguhkan semangat persatuan, mengenang jasa pahlawan, serta mewujudkan pembangunan yang adil dan merata.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kab Maros menggelar upacara peringatan HUT ke-81, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara khidmat berlangsung di Lapangan Pallantikang, sekitar pukul 09.30 Wita. Sebanyak 72 anggota Paskibraka ditugaskan mengibarkan bendera Merah Putih. Pengibaran berlangsung lancar hingga Sang Saka Merah Putih tiba di puncak tiang. Pasukan Paskibraka juga menampilkan formasi angka 81 sebagai bagian dari rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 RI.

Upacara berlangsung sekitar satu jam dan berakhir pada pukul 10.34 Wita. Upacara Usai, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian remisi kepada anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros.

Bupati Maros, Chaidir Syam, bertindak sebagai inspektur upacara dan berdiri di mimbar. Sementara Ketua DPRD Maros, Muh Gemilang Pagessa, mendapat kehormatan membacakan naskah Proklamasi.

Menurut Chaidir Syam, momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus menjalankan program pembangunan sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang masih dirasakan masyarakat.

Sebenaranya, tutur bupati dua periode ini, tantangan yang paling utama adalah bagaimana terus memberikan dukungan dan dukungan untuk pencapaian program-program dari Presiden Prabowo Subianto, untuk program-program Asta Cita.

Selain mendukung program pemerintah pusat, Pemkab Maros, kata Chaidir, akan terus menjalankan berbagai program pembangunan di daerah.

“Salah satu tantangan yang kini dihadapi masyarakat Maros yakni kondisi kemarau yang mempengaruhi fenomena El Nino. Kalau tantangan musimnya, ya sekarang lagi El Nino, kemarau. Jadi mudah-mudahan kita bisa menghadapi secara bersama,”  ujarnya, seraya menyoroti angka kemiskinan di Kabupaten Maros yang saat ini masih mencapai sekitar 8.295 orang.

Bupati yang juga politisi ini menyebut, pemerintah daerah terus berupaya menekan angka tersebut melalui program pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi masyarakat usia produktif. Pemkab Maros juga bekerja sama dengan Balai Tenaga Kerja yang berada di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep.

Dari kerja sama tersebut, hampir 5.000 pemuda-pemudi Maros telah mendapatkan pelatihan dan persiapan untuk memasuki dunia kerja. Peningkatan keterampilan menjadi penting karena kebutuhan dunia kerja saat ini semakin mengarah pada tenaga kerja yang memiliki keahlian tertentu.

Terlebih dahulu sejumlah investasi mulai masuk ke Kabupaten Maros dan membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, Chaidir juga menyinggung upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan di Kabupaten Maros. Ia mengatakan penanganan kemiskinan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Sejumlah program bantuan dan pemberdayaan masyarakat terus dijalankan untuk membantu warga meningkatkan taraf hidup. Salah satunya melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Warga yang dinilai sudah mampu keluar dari kondisi miskin akan menjalani proses kelulusan dari program tersebut. Namun, sebelum dilakukan graduasi, pemerintah memberikan pelatihan dan dukungan modal agar penerima manfaat dapat mandiri secara ekonomi, tutup bupati bertitel doktor ini. (titi)

.

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments