Maros, Inspirasimakassar,id:
Mutasi jabatan memberikan kesempatan bagi pegawai untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui perpindahan ke jabatan yang lebih tinggi atau berbeda. Hal ini membantu pegawai dalam mengembangkan karir mereka dan mencapai tujuan profesional. Pemerintah Kabupaten Maros misalnya, kembali melakukan penataan jajaran pemerintahan, Senin 21 September 2026.
Setidaknya, tiga pejabat eselon mendapat penugasan baru setelah resmi dilantik di Ruang Marusu, Kantor Bupati Maros. Salah satu perubahan posisi terjadi pada Muh Maudu. Pejabat yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Bontoa tersebut kini mendapat amanah sebagai Kepala Bidang Pengembangan Layanan dan Sarana RSUD dr La Palaloi.
Sebagai penggantinya, Baso yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Umum, Perencanaan, dan Keuangan Setda Maros. Seperti diketahui, Baso bukan sosok baru di Kecamatan Bontoa karena sebelumnya juga pernah dipercaya memimpin wilayah tersebut.
Ada pula, A Fitriani yang sebelumnya bertugas di lingkungan rumah sakit. Dalam penugasan terbaru, ia ditempatkan di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Maros sebagai salah satu kepala bidang. Meski begitu, perubahan jabatan tersebut sempat dikaitkan dengan anggapan adanya penurunan posisi, khususnya terkait perpindahan Muh Maudu dari jabatan camat ke kepala bidang. Namun, Bupati Maros Chaidir Syam memastikan pergantian tersebut merupakan bagian dari penataan organisasi dan kebutuhan pemerintahan.
“Tentunya pergantian atau mutasi ini bukan penurunan jabatan. Kita menempatkan pejabat dengan mempertimbangkan pengalaman, kapasitas, serta kebutuhan organisasi. Pak Maudu punya rekam jejak yang sangat baik di rumah sakit, makanya kita tugaskan kembali ke sana,” tutur Bupati Maros Chaidir Syam di sela sela pelantikan.
Bupati dua periode itu mengaku, perpindahan Maudu tidak berkaitan dengan persoalan kinerja. Pengalaman yang dimilikinya selama bertugas di rumah sakit maupun saat memimpin Kecamatan Bontoa menjadi salah satu pertimbangan dalam penempatan tersebut.
Hal serupa juga menjadi pertimbangan dalam penugasan A Fitriani. Latar belakangnya di bidang penelitian dan pengembangan dinilai sesuai dengan kebutuhan Bapperida dalam menjalankan fungsi perencanaan, riset, dan inovasi daerah. Ia juga memastikan penataan pejabat di lingkungan Pemkab Maros tidak berhenti pada pelantikan tiga pejabat tersebut. Penyesuaian struktur organisasi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan perangkat daerah.
Bupati bertiter doctor itu menyebut, masih terdapat sejumlah posisi yang perlu segera diisi agar pelaksanaan tugas pemerintahan tetap berjalan optimal, termasuk jabatan Kepala Bagian Umum yang saat ini masih kosong. (titi).




