Maros, Inspirasimakassar, id:
Pemerintah Provinsi (Pemprov) menyalurkan bantuan keuangan secara rutin kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pemulihan fasilitas umum, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah.
Salah satu kabupaten yang mendapat bantuan Pemprov Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Maros. Saat puncak peringatan Hari Jadi Maros ke -67 tahun yang dilakukan secara sederhana dalam rapat paripurna DPRD Maros, Selasa, 7 Juli 2026, Gubernur Sulsel menyerahkan bantuan senilai Rp8 miliar.
“Alhamdulillah tadi ada bantuan yang diberikan berupa bantuan keuangan senilai Rp8 miliar lebih yang akan disalurkan untuk penyediaan lahan pembangunan jembatan kembar. Kemudian ada beberapa bantuan yang langsung diberikan untuk masjid-masjid kita dan juga ada bantuan untuk UMKM,” tutur Bupati Maros, Chaidir Syam.
Chaidir Syam, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pembangunan di Kabupaten Maros. Menurutnya, bantuan keuangan untuk proyek duplikasi Jembatan Sungai Maros merupakan alokasi yang sebelumnya belum sempat disalurkan dan kini kembali diberikan pada tahun 2026.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur terus berjalan melalui kolaborasi pendanaan dari APBD Kabupaten Maros, APBD Provinsi Sulawesi Selatan, hingga pemerintah pusat. Pembangunan tersebut meliputi jalan, jaringan irigasi, serta sarana pendidikan.
Chadir juga memaparkan kondisi ekonomi daerah yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros pada triwulan pertama tahun 2026 mencapai 9,53 persen. Ini capaian tertinggi kedua di Sulawesi Selatan. Tahun 2025 kita juga menjadi daerah dengan peningkatan investasi tertinggi ketiga di Sulawesi Selatan setelah Makassar dan Luwu Timur.
Bupati dua periode itu menambahkan, kemampuan fiskal daerah saat ini menghadapi tantangan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mencari berbagai sumber pendanaan untuk memastikan program pembangunan tetap berjalan. Salah satunya melalui usulan lima ruas jalan dalam Program Inpres Jalan Daerah (IJD). Seluruh ruas jalan yang diusulkan berada di wilayah pegunungan, yakni Kecamatan Camba, Cenrana, Mallawa, dan Tompobulu.
Seperti diketahui, sekitar 300 tamu undangan yang didominasi unsur internal Pemerintah Kabupaten Maros menghadiri kegiatan tersebut. Meski tanpa undangan resmi bagi tamu dari luar daerah, sejumlah kepala daerah tetap hadir memberikan penghormatan. Di antaranya Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau dan Bupati Wajo Andi Rosman yang tampil mengenakan pakaian adat. Yusran mengenakan jas tutup berwarna emas, sementara Andi Rosman mengenakan jas tutup merah marun.
Pada HUT tersebut, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, menyerahkan berbagai bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Maros. Bantuan terbesar berupa bantuan keuangan senilai Rp8,5 miliar yang akan digunakan untuk pembiayaan lahan pembangunan duplikasi Jembatan Sungai Maros.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek strategis yang menjadi salah satu solusi mengurai kemacetan di pusat Kota Maros.
Selain bantuan keuangan, Pemprov Sulsel juga menyerahkan buffer stock logistik penanggulangan bencana senilai Rp141 juta, satu unit traktor roda empat untuk mendukung sektor pertanian, serta satu unit operasional mobil bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Maros guna meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyalurkan dana hibah kepada sejumlah rumah ibadah. Masjid Al Hijir Ismail di kawasan Mattammapa, Dusun Arra, Kecamatan Tompobulu menerima bantuan Rp50 juta. Masjid Al Muhajirin di Lappara, Kecamatan Moncongloe mendapat bantuan Rp80 juta, sedangkan Masjid Dg Balu Asyrag di Kecamatan Moncongloe menerima bantuan Rp50 juta. Selanjutnya, Masjid Jami Darul Istiqamah di Kecamatan Mandai mendapat hibah Rp100 juta dan Masjid Nurul Taqwa di Kecamatan Lau mendapat bantuan Rp30 juta.
Dukungan juga diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui bantuan kemasan produk dan peralatan usaha dengan nilai total mencapai Rp187 juta. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal. (titi)




