Makassar, Inspirasimakassar, id:
Ketua BAZNAS Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA, dalam berbagai kesempatan sering menegaskan, investasi terbaik umat Islam adalah mencetak generasi Qur’ani. Ketika seorang penghafal Al-Qur’an mendapatkan pendidikan yang layak, maka kelak dia tidak hanya menjadi ahli agama yang saleh, tetapi juga berpotensi menjadi pemimpin bangsa yang berintegritas tinggi. Chairil Azwar misalnya.
Sulung dari dua bersaudara kelahiran Makassar 18 Juni 2007 ini berlatar belakang keluarga sederhana. Malah, dia dipelihara ibunya yang single parent. Meski begitu, anak muda ini memiliki potensi luar biasa dalam penguasaan ilmu agama. Dia kemudian kepingin melanjutkan kuliah. Namun di sisi lain, bayang-bayang biaya pendidikan kerap menjadi batu sandungan, apakah mampu menyelesiakan jenjang strata satu di kampus UIN Alauddin Makassar atau tidak.
Di tengah tengah kegalauan itu, BAZNAS Kota Makassar hadir. Bagi lembaga amil amanah dan terpercaya ini, Chairil Azwar adalah huffazh—anak-anak muda, remaja, hingga dewasa yang mendedikasikan usia emasnya untuk menghafal dan menjaga keutuhan 30 juz firman Allah SWT.
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Makassar, Yusran Sofyan, SE, S.Kom, M.Si, Rabu, 19 Agustus kemarin, bersama tim mendatangi warga Jalan Tinumbu lorong 165 AA No 275, Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo itu. Tujuannya, menyerahkan bantuan beasiswa kepada Chairil yang juga salah satu imam masjid di Tallo. Di sela sela penyerahan bantuan, Yusran Sofyan mengemukakan, uluran tangan untuk pembayaran SPP dari BAZNAS Makassar nantinya hingga menyelesiakan strata S1-nya.
Langkah strategis yang dilakukan BAZNAS Makassar, demikian Yusran Sofyan, tidak semata soal menyerahkan bantuan, melainkan apresiasi dari umat Islam di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini, melalui dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“Di sinilah BAZNAS Makassar hadir sebagai peneguh harapan. Bantuan pendidikan yang disalurkan dirancang agar para huffazh ini tidak perlu lagi cemas memikirkan SPP selama ber-kuliah. Kita harapkan agar Chairil Azwar fokus sepenuhnya untuk menjaga hafalan sekaligus mengejar prestasi akademik di institusi formal,” tutup magister Universitas Bosowa Makassar 2016 ini.
Usai menerima bantuan, Chairil Azwar dengan mata berbinar, mengemukakan, bantuan yang diberikan BAZNAS Makassar merupakan langkah begitu MULIA, sekaligus menjadi inspirasi baginya untuk terus me-MULIA-kan Al-Qur’an.
“Saya berterima kasih kepada para muzakki, utamanya dari ASN muslim, para guru, termasuk lembaga lembaga pemerintan Pemkot Makassar, dari orang perorang, hingga dari UPZ UPZ masjid, dan masyakat muslim lainnya yang memberikan ZIS melalui BAZNAS Makassar, sehingga saya bisa terbantu,” ujarnya. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar).




