Makassar, Inspirasiomakassar,id:
Unit pengumpun Zakat (UPZ) berpangkalan di masjid demikian kokoh, karena dibangun dengan ‘tiang-tiang’ yang kuat, yaitu di atas kepercayaan jamaah, dan masyarakat Islam di sekitaran masjid.
Sebaliknya, jika tiangnya rapuh, atau jamaah tidak lagi memberi kepercayaan, maka imbasnya akan memengaruhi ‘rumah besar’, yakni lembaga zakat seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Jika UPZ kuat, tentunya bisa menopan BAZNAS, utamanya dalam kaitannya dengan pengentasan kemiskinan yang masih dialami warga muslim.
“BAZNAS bisa rapuh, jika tidak dikuatkan oleh kolaborasi berbagai elemen. Salah satunya UPZ. Bahkan, UPZ tidak sebatas melangkah lebih jauh, dan bukan pula sekadar pengumpul zakat, infak, maupun sedekah; melainkan adalah “jembatan emosional” yang mendekatkan muzakki (pemberi zakat) dengan amanah yang mereka tunaikan kepada mustahik,” tutur Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA di sela sela silaturahmi bersama pengurus UPZ masjid Darul Falah, Minasaupa, usai duhur, Rabu, 22 Juli 2026.
H.Usman Sofian didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH di tengah tengah jamaah mengemukakan, dalam pandangan “Maslahat Beragama—atau bagaimana menghidupkan nilai-nilai ketuhanan, melalui tindakan nyata memanusiakan manusia, maka BAZNAS Makassar”, dan tentunya UPZ Masjid Darul Falah tidak semata menjalankan ajaran agama dengan baik, namun juga membawa manfaat, kebaikan, serta solusi bagi pengentasan kemiskinan.
“Maslahat Beragama inilah merupakan cikal bakal dibentuknya BAZNAS. Pembentukan lembaga pemerintah nonstruktural ini, tidak semata memandirikan umat, tentunya dengan program program yang bersentuhan dengan pemberdayaan ekonomi, demi menggapai kesejahteraan,” tutup alumni Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini. (din pattisahusiwa/tim media banzas makassar)




