Kamis, Juni 4, 2026
Google search engine
BerandaBeritaShafira Resort, Destinasi Wisata di Morella yang Mengagumkan

Shafira Resort, Destinasi Wisata di Morella yang Mengagumkan

Ambon, Inspirasimakassar,id:
Perpaduan langit seolah sedang menggelar perjamuan warna. Jingga keemasan, ungu lembayung, dan sisa biru pucat beradu di bumi pertiwi. Sunset. Tepatnya, di Shafira Resort, pantai indah Morella, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, Rabu, 3 Juni 2026 petang.
Perjamuan warna begitu indah itu, lantaran cahaya memantul sempurna di permukaan air laut tenang yang terlihat di bibir pantai Shafira Resort.
Berada di area wisata milik H.Elias Jusra, dan Hj. Na Sanaky ini bukanlah sekadar menikmati wisata biasa, melainkan mengagumkan.
Dalam kacamata Islam, fenomena matahari masuk ke perut bumi ini, adalah gerbang menuju tadabbur—perenungan mendalam atas tanda-tanda kebesaran Allah SWT, atau apa yang disebut ayat-ayat Kauniyah.
Saat warna jingga keemasan membelah langit seperti terlihat di Shafira Resort, apalagi saat memantul di atas permukaan air laut yang tenang, terlepaslah lisan, Subhanallah. Keindahan gradasi warna yang tidak mungkin diciptakan oleh tangan manusia manapun, adalah bukti nyata dari sifat Al-Mushawwir, atau Maha Pembentuk.
Dinding-dinding karang di pesisir Shafira Resort yang terkena bias cahaya matahari sore, seolah bersujud, sekaligus pengunjungnya merasa menjadi bagian begitu kecil dari simfoni semesta alam begitu luas yang sedang beribadah.
Di sini mengingatkan pada firman Allah dalam Surah Al-Hajj ayat 18: “Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, di bulan, di matahari, di bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia?”
Pemandangan itu terasa lebih hidup, bukan warna langitnya semata, melainkan suara tawa hangat yang pecah antara dua komunitas yang menamakan diri Ikatan Keluarga Siri Sori Islam (IKASSI) Kota Makassar, dan Badan Sosial Siri Sori Islam Djakarta (BASISDA).
Bertemunya dua komunitas yang baru saja kembali dari kampung halaman mereka menghadiri pelantikan Syarifuddin Pattisahusiwa sebagai Raja Negeri Siri Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur, 23 Mei 2026 di Shafira Resort, untuk melepas pengat, sebelum mereka kembali ke Makassar, maupun Jakarta, Jumat dini hari, dan Sabtu (5-6) Juni 2026.
Kedua komunitas asal negeri Said Perintah—tokoh sentral dalam perang Pattimura 1817 itu, setelah menempuh perjalanan panjang dan lelah mereka, seakan menguap begitu saja saat kaki menginjak di Shafira Resort.
Bagi perantau Siri Sori Islam di Makassar misalnya, melihat laut yang tenang di Shafira Resort seakan berada di bibir pantai Losari yang begitu tenang. Meski mereka telah lama merantau ke Ibukota Sulawesi Selatan tersebut, namun aroma laut di Shafira Resort seakan membangkitkan memori ketika berada di bibir pantai tak berpasir itu.
Apalagi, saat mereka duduk melingkar di atas pelataran penginapan yang nyaman. Di sini mereka menyeduh kopi, teh, dan jajanan ringan, sambil berbincang dengan dialek khas Makassar, Jakarta, Ambon, dan Siri Sori Islam yang kental. Sesekali, mereka tertawa lepas, merayakan pertemuan yang jarang terjadi ini.
“Indah sekali, tidak menyangka, masih ada sudut sudut yang indah di bumi Maluku, khususnya di Shafira Resort ini. Saya dan rekan rekan keluarga besar Siri Sori Islam di Makassar di pantai ini mengabadikan transisi matahari yang perlahan tenggelam di balik garis horizon,” tutur Dinah Padang, seraya menambahkan, Shafira Ressort dilengkapi penginapan, area parkir, gazebo, hingga aula pertemuan yang nyaman.
Di bagian lain cucu dari Gubernur Maluku sekitaran tahun 1960-1965 itu menambahkan, menikmati sunset di Shafira Resort Morella adalah perjalanan spiritual bagi mereka yang mau menggunakan akal sehatnya.
“Dari peristiwa alam ini, kita diajari bahwa, Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Lihatlah, setiap detik, perubahan warna langit adalah pelajaran tentang keikhlasan untuk melepaskan, dan setiap datangnya malam adalah kesempatan untuk memperbaiki diri,” tutup Dinah Padang di dampingi rekan rekannya dari IKASSI Makassar Arfat Sanaky, Salama Kaplale, serta Syarifuddin Pattisahusiwa. Hadir pula Ama Assagaf, Siti Salatalohy, dan Alla Salatalohy.
Sementara Nova Toisutta–bersama komunitas BASISDA Jakarta di antaranya Kemarin itu Helmy Toisuta bersama istri (Yeni), Ely– istri Ikbal Toisutta, serta Darma Toisutta, mengaku puas ketika berada di obyek wisata seluas 150 meteran yang dibangun Mei 2025 itu. Pasalnya, mereka yang terbiasa deru mesin kendaraan, dan polusi udara di ibukota, kini disuguhi ‘kemewahan alam’ yang jarang ditemui.
Di sini, deburan ombak yang jujur dan angin laut yang membawa aroma. Nova Toisutta dan keluarganya terlihat sibuk dengan ponsel masing-masing. Mereka mengabadikan setiap momen penting. Termasuk melihat pepohonan menjulang tinggi. Durian.
“Jika kelak Anda berkunjung ke sini, jangan hanya membawa kamera untuk menangkap gambar gambar yang indah. Namun, bawalah hati yang bersih. Duduklah di atas pasirnya, dan biarkan senja di Shafira Resort ini membawa Anda pada perjumpaan batin yang paling intim dengan sang Pemilik Alam Semesta,” urai Nova.
Ya, Rabu sore kemarin di Shafirra Resort Morella, ketika matahari benar-benar menyentuh garis laut, terlihat perahu perahu nelayan berlalu lalang. Keindahan itu seolah menjadi bahasa universal yang menyatukan mereka—orang-orang yang datang dari latar belakang, dan rutinitas berbeda, kini memiliki satu kesan bahwa, di sekitaran Shafira Resort ini, waktu terasa berhenti sejenak untuk membiarkan para nelayan menikmati kedamaian.
Dan, saat malam mulai turun perlahan, membawa semilir angin yang lebih dingin. Di waktu itu pula, kehangatan yang tercipta di Shafira Resort ini tidak akan segera pudar.
Kami pun bersiap meninggalkan Shafira Resort Morella. Yang jelas, senja di sini, bukan sekadar momen berfoto, bersenda gurau, melainkan sebagai penanda, kenangan indah untuk di bawa pulang ke Makassar maupun Jakarta, sekaligus pengingat bahwa, di ujung timur sini, ada kedamaian yang selalu menunggu untuk dikunjungi kembali. (din pattisahusiwa)
Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments