Bone, Inspirasimakassar,id:
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Bone kembali mengukir lembaran penting dalam perjalanan remaja, utamanya dalam menapaki pemahaman keagamaan yang tidak sekadar tahu, melainkan merasakan. Apalagi, usia remaja adalah masa terbentuknya identitas.
Pada pase remaja ini, mereka dihadapkan pada tantangan dengan arus informasi digital, tekanan pergaulan, serta rasa ingin tahu yang meluap‑luap. Malah di usia ini juga, benih‑benih keimanan diuji, dicari, dan dipilih.
Karena itu, jika tidak ada landasan yang kuat, iman bisa terguncang. Sebaliknya, jika dikelola dengan bijak, iman akan menjadi kompas yang menuntun setiap langkah mereka.
Persoalan inilah membuat MAN 3 Bone menggelar bimbingan dan pembinaan kepada para remaja usia sekolah mengenai pemahaman keagamaan, akhlak, serta persiapan kehidupan berkeluarga di masa depan.
Kegiatan yang dikemas dalam balutan ‘The Most KUA” bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral, tanggung jawab, serta meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya membangun kehidupan yang berlandaskan ajaran agama.
Kegiatan ini dihadiri Kepala KUA, Kepala MAN 3 Bone (Mappeati S.,Ag., M.A), serta para penyuluh agama. Dalam kegiatan tersebut disampaikan materi bimbingan kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga pergaulan, membangun karakter yang baik, serta memahami nilai-nilai keislaman sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan remaja.
Melalui kegiatan ini, selain diharapkan para siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai agama, sehingga mampu menjadi generasi yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, dan siap menghadapi masa depan dengan landasan keimanan yang kuat, juga sebagai batu loncatan menuju masa depan yang lebih cerah—bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga, umat dan lingkungan sekitar. (astin setiawan)




