Jumat, Januari 30, 2026
Google search engine
BerandaBeritaIni Alasan Dokter Melarang Beri Kerupuk pada si Kecil

Ini Alasan Dokter Melarang Beri Kerupuk pada si Kecil

ilustrasi (Foto: int)
ilustrasi (Foto: int)

INSPIRASIMakassar, Jakarta – Kriuk, kriuk! Kerenyahan kerupuk memang disukai banyak orang. Suara kriuk ini pun mengundang rasa ingin tahu si kecil yang baru ‘belajar’ makan, sehingga mereka pun ingin mencobanya. Tapi hati-hati saat memberikan kerupuk untuk si kecil.

“Daripada anak nggak mau makan (makanan yang bergizi) lalu orang tuanya memberi kerupuk, itu jangan ya. Jangan dikenalkan kerupuk. Nggak boleh karena kerupuk nggak ada energinya,” ujar dr Attila Dewanti, SpA, dalam Milna 1st Bite Campaign di Senayan City, Jl Asia Afrika, Jakarta Selatan, Sabtu (14/5/2016).

Jika anak tidak mau makan makanan yang sudah disiapkan orang tua, cobalah diganti menunya. Memberikan kerupuk pada anak, atau memberi nasi dengan lauk kerupuk, tidak akan memberikan gizi yang cukup. Dengan makan kerupuk, anak malah jadi semakin tidak mau makan.

“Nggak boleh makan yang anak mau saja tapi nggak ada gizinya. Jangan patah semangat, coba-coba saja terus, pasti nanti ada makanan (bergizi) yang anak mau memakannya,” sambung dr Attila.

Dijelaskan dr Attila makanan bergizi dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang. Bagi bayi dan balita, itu penting untuk kebutuhan motorik sebagai perkembangannya.

dr Wiyarni Pambudi SpA, IBCLC beberapa waktu lalu mengatakan ketika snack time, anak dianjurkan tetap makanan yang sehat seperti buah, sayur. “Atau kalau mau dibuat jajanan ya seperti bubur kacang hijau, jajan pasar seperti risol kan ada sayur dan dagingnya. Kroket juga ada karbonya,” jelas dr Wiyarni.

“Yang penting hindari mengganti snack dengan kerupuk atau keripik. Anak-anak kan beda, mereka bisa mengisi energinya itu saat makan aja. Makanya untuk camilan di saat snack time pun harus yang bergizi. Beda dengan anak yang sudah lebih besar, kan makanan yang bisa dikonsumsi lebih banyak,” imbuh dr Wi. (dtc)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments