Maros, Inspirasimakassar,id:
Pemerintah dan instansi terkait menyiagakan sarana air bersih, pompa air, hingga armada tangki untuk mengantisipasi krisis air dan kekeringan akibat kemarau panjang. Di salah satunya.
Pemerintah Kabupaten Maros meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Selain memperkuat antisipasi kebakaran hutan dan lahan, pemerintah juga memastikan layanan distribusi air bersih kepada masyarakat tetap berjalan di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Bupati Maros, Chaidir Syam, Selasa, 14 Juli 2026 mengemukakan, berdasarkan hasil koordinasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau tahun ini dipengaruhi fenomena El Nino sehingga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran dan krisis air bersih bisa saja terjadi.
Chaidir Syam menyebut, Pemkab Maros sudah melakukan rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh camat dan instansi terkait untuk menyusun langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Salah satu fokus utama adalah mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di kawasan rawan seperti Kecamatan Camba, Cenrana, dan Mallawa.
Karena itu bupati dua periode itu mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas kehutanan, Balai Taman Nasional, maupun instansi terkait apabila menemukan titik api, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum api meluas. Selain kawasan hutan, perhatian juga difokuskan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang berisiko mengalami kebakaran akibat tingginya suhu udara dan gas metana dari tumpukan sampah. Untuk mengantisipasi hal tersebut, armada pemadam kebakaran di pusat kota maupun Pos Damkar Kecamatan Mandai telah disiagakan selama 24 jam.
“Sebenarnya menghadapi kemartau panjang tahun ini, kami telah mempersiapkan mobil pemadam kebakaran agar apabila terjadi keadaan darurat di TPA dapat segera ditangani. Namun tentu harapan kita bersama, kejadian kebakaran seperti sebelumnya tidak terulang lagi,” urainya.
Pemkab Maros juga memastikan program penyaluran air bersih kepada masyarakat tetap dilaksanakan selama musim kemarau. Wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air telah dipetakan sebagai dasar penyaluran bantuan.
“ Kami juga kembali mengajak berbagai pihak, termasuk PMI, Angkasa Pura, perusahaan melalui program CSR, serta berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga,” tutup bupati bertitel doktor itu. (titi)




