Makassar, Inspirasimakassar,id:
Satu tanaman yang ditanam hari ini, kelak akan memberi harapan besar, dalam pengentasan kemiskinan. Sama, seperti ‘menanam’ zakat, infak, atau sedekah melalui BAZNAS. Keduanya, bakal ber-DAMPAK bagi banyak orang, utamanya membuat senyum para mustahik berkategori miskin ekstrem.
Demikian yang mengemuka pada pemaparan materi Pelatihan Pendampingan ‘Urban Farming’ oleh dua pimpinan BAZNAS Kota Makassar, masing masing Dr. H. Usman Sofian, MA (ketua) di Pondok Pesantren (Ponpes) Markaz Imam Malik Antang, serta Wakil Ketua IV, Prof. Dr. Yusriani, S, KM, M. Kes di Ponpes Al-Bayan Hidayatullah Tamalanrea, Selasa, 28 Juli 2026.
Di kedua Ponpes itu, baik Dr.H. Usman Sofian, maupun Prof. Yusriani, setidaknya mengemukakan, selama ini, ada sebuah fenomena imaji ketika mendengar BAZNAS. Lembaga pemerintah nonstruktural ini diibaratkan sebatas penyaluran bantuan tunai, sembako, bantuan kesehatan, bantuan UMKM, dan pendidikan, atau seperti yang tersirat dalam delapan golongan penerima zakat semata.
“Padahal, di dalam BAZNAS, ada sebuah transformasi senyap yang sedang terjadi. BAZNAS hari ini tidak semata memikirkan bagaimana cara mengisi piring mustahik saja, melainkan turut memikirkan dari mana bantuan itu berasal, di atas tanah apa yang ditanamnya, dan di bawah langit seperti apa anak cucu kita akan bernapas esok hari,” urai Usman Sofian.
Karena itu, baik Usman Sofian, maupun Yusriani sama sama menilai, Urban Farmin kelak memberi bukti, betapa kemiskinan di kota tidak melulu harus dilawan dengan bantuan tunai yang bersifat sementara, melainkan harus dilawan dengan membangun kemandirian.
Yusriani menambahkan, Kota Makassar yang Aman, Sehat, Rindang, Indah atau istilah kerennya ‘ASRI’ dan ‘MULIA’ sebutan untuk Makassar yang bermartabat, sejahtera, dan beradab, tidak semata lahir dari gedung gedung menjulang tinggi, atau lantaran memiliki jalanan beton semata, melainkan lahir dari keselarasan antara manusia dan tanah yang dipijak.(din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar).




