Makassar, Inspirasimakassar,id:
Memberi makan kaum dhuafa, apalagi dilakukan di hari berkah, Jumat, sebagai penanda, amalan begitu MULIA. Pasalnya, pemberian makan bagi warga yang benart benar membutuhkan ini dapat meringankan beban sesama yang lemah secara ekonomi.
Ormas Elang Timur Indonesia misalnya. Organisasi Massa (Ormas) yang dipimpin Imran,SE itu melalui Srikandinya menyalurkan menu bergizi di sejumlah titik di Makassar.
Ketua Srikandi Elang Timur Indonesia, Jamila dikonfirmasi mengakui, sebagai penghulunya hari, tentunya siapapun yang bersedekah secara ikhlas di hari Jumat, maka pahalanya dilipatgandakan. “Meski begitu, tidak berarti bersedekah di hari lain tidak mulia,” ujarnya didampingi Ketua Devisi-Fitria, serta dua rekannya, Maharany dan Mustika Dewi.
Menurut Jamila, menu bergizi yang mereka salurkan, di antaranya kepada pengemudi bentor yang mangkal di Jalan Pettarani, dan Rappocini.
Mengapa pengemudi bentor, apalagi yang telah menua? Jamila melihat, mereka adalah salah satu elemen paling terpinggirkan dalam ekosistem perkotaan. Mereka tak banyak mendapat perhatian. Padahal, kehadirannya membantu mahasiswa, pekerja kantoran, dan lainnya meski melewati jalanan yang basah kuyup dan panas terik. “Namun, penghasilan mereka tidak tetap, seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sekalipun,” ujarnya.
Nah, jelasnya, disinilah, Srikandi Elang Timur Indonesia berperan. Berbekal menu yang kaya protein, memastikan para pengemudi kembali ke jalan dengan penuh energi. Bahkan, mereka tidak semata memberi makan, namun sekaligus mengingatkan bahwa, pebentor ini juga penting diperhatikan.
“ Para pengemudi bentor sering berjuang menutup kebutuhan gizi keluarga. Apalagi pendapatan mereka tidak menentu, beban kerja yang berat, serta kurangnya akses ke makanan bergizi membuat mereka rentan terhadap kelelahan. Disinilah, Ormas Elang Timur, melalui Srikandinya menyapa,” demikian mantan ketua RT di Kecamatan Tallo ini.
Terpisah, Ketua Umum DPP Elang Timur Indonesia, Imrah,SE, mengapresiasi Srikandi dari Ormas yang dibentuk akhir tahun lalu.
Bagi Imran, apa yang dilakukan Srikandi Elang Timur Indonesia membuktikan, betapa kaum perempuan begitu menghormati nilai nilai kemanusiaan. Artinya, apa yang dilakukan Srikandi Elang Timur Indonesia di hari Jumat ini, mengingkatkan kita bahwa, kemanusiaan dan sosial sangat terikat.
“Para Srikandi di Elang Timur Indonesia ini, adalah pejuang perempuan untuk memanusiawikan manusia. Mereka tidak sekadar membagikan menu bernilai gizi, tetapi juga menenun benang warisan budaya ke dalam tatanan modern di Kota Makassar ini. Dan, apa yang yang mereka bagikan kepada pengemudi bentor lebih dari sekadar amal. Ini adalah penghormatan yang hidup terhadap solidaritas komunal, dan keramahan,” urai sarjana Ekonomi Universitas Veteran-RI ini.
Di bagian lain Imran melihat, di Jumat pagi tadi, mata pengemudi bentor lelah, lantaran banyak di antaranya bangun sebelum subuh dan bekerja keras hingga tengah malam. Meski begtiu di pagi hari tadi, pebentor ini bertemu dengan senyum hangat para wanita berbalut atribut Srikandi Elang Timur Indonesia.
“Misi para Srikandi menyediakan makanan bergizi bagi pengemudi bentor lebih dari sekadar amal. Ini adalah bagian dari penghormatan yang hidup terhadap nilai-nilai solidaritas komunal dan keramahan,” tutupnya. (din pattisahusiwa)




