Kamis, Januari 1, 2026
Google search engine
BerandaBeritaPemimpin untuk Semua, Pendaftaran Dilan ke KPU Diiringi Budaya 4 Suku

Pemimpin untuk Semua, Pendaftaran Dilan ke KPU Diiringi Budaya 4 Suku

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Prosesi pendaftaran Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (Dilan) ke Kantor KPU berlangsung menarik dan penuh unsur kearifan lokal. Pendaftaran pasangan doktor dan dokter ini diiringi budaya empat suku: Makassar-Bugis-Toraja-Mandar. 

Dari pantauan awak media, Dilan didampingi tokoh dan pimpinan parpol pengusung dari PDIP, Hanura dan PKB tiba di Kantor KPU sekira pukul 14.00 Wita, Jumat, 4 September 2020. Deng Ical (Syamsu Rizal) dan Dokter Pade (Fadli Ananda) tampak mengenakan baju putih dan diiringi sejumlah pria dan wanita berpakaian adat. 

Menariknya, pakaian adat yang dikenakan oleh pengiring Dilan tidaklah seragam. Mereka memakai masing-masing pakaian adat Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Alunan musik dari alat musik tradisional pun mengiringi langkah Dilan memasuki Kantor KPU Kota Makassar. 

Ketua Tim Pemenangan Dilan, Yagkin Padjalangi menyampaikan apresiasi atas kesediaan tokoh dan pimpinan parpol pengusung beserta segenap pendukung yang mengantarkan Dilan mendaftar ke KPU. Soal budaya empat suku yang mengiringi prosesi pendaftaran, ia menyebut hal tersebut bentuk penegasan bahwa Dilan berkomitmen menjadi pemimpin untuk semua. 

“Alhamdullilah, tahapan pendaftaran sudah kita lalui dengan sukses dan lancar. Tadi dalam prosesi pendaftaran, pria dan wanita pengiring Dilan memang menggunakan pakaian adat dari empat suku yakni Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar. Itulah bentuk komitmen Dilan menjadi pemimpin untuk semua, bukan untuk satu suku atau kelompok tertentu,” ujar dia. 

Mantan legislator Sulsel Dapil Makassar ini mengimbuhkan Kota Makassar sangat plural, di mana banyak suku yang tinggal di ibu kota provinsi Sulsel tersebut. Olehnya itu dibutuhkan pemimpin yang bisa merangkul semua elemen, seluruh suku yang tinggal dan menetap di Kota Makassar.

Ketua PDIP Makassar, Syuhada Sappaile mengungkapkan Deng Ical dan Dokter Pade merupakan referensi Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar.

“Ical itu orangnya baik dan dapat diterima semua orang. Sementara Dokter Pade, figur muda inovatif. Bahkan dia itu seperti anak saya, makanya saya pangil Pade’,” ucap legislator Makassar ini.

“Mari kita kembalikan Kota Makassar ini ke tangan pemimpin yang paham dan dapat jadi representasi Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar,” katanya. (ishadi ishak)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments