
Kepulauan Selayar, Inspirasimakassar.com:
Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Prof Dr Drs H Akbar Silo, MS – Daeng Marowa, B.Eng, M.Eng yang terhambat akibat percaturan politik yang of normal pada kontestasi politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember mendatang telah menyatakan sikap untuk netral di Pilkada Selayar 2020. Selain itu Akbar Silo – Daeng Marowa juga telah membubarkan timnya sekaligus mengimbau para simpatisan, pendukung untuk dapat memberikan hak suaranya pada hari H sebagai warga negara yang baik sesuai hati nurani mereka.     “Pada hari ini, kami dari pasangan PasMo Daeng telah resmi membubarkan tim dan menyulap Posko Pemenangan PasMo menjadi sebuah Kantor Pusat Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR). Meskipun tak maju di Pilkada akan tetapi tidak menyurutkan niat untuk tetap meneruskan perjuangan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam upaya meningkatkan taraf hidup serta mengangkat derajat dan martabat masyarakat didaerah ini. Kedepan “PasMo Membangun” harus bersinergi dengan semua stakeholder termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) Kepulauan Selayar. Sehingga akan dapat memberikan motivasi dan kontribusi positif bersama lembaga lain yang ada di Selayar dalam pembangunan.” ungkap Akbar Silo saat Launching “PasMo Membangun” dihadapan ratusan simpatisan dan pendukungnya beberapa hari lalu.      Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) yang kita bangun ini diharapkan dimasa datang bisa benar-benar menjadi miliknya rakyat bukan milik karyawan atapun milik PasMo. PasMo Membangun kata Akbar Silo, itu lahir sesuai dengan potensi-potensi unggulan yang dipunyai daerah yang berjuluk Butta Tanah Doang ini. Yang meliputi dibidang perikanan, pertanian dan peternakan.  Karyawan BUMR akan diretrut secara profesional untuk mengelola, menata serta memanfaatkan dana dan dalam pelaksanaannya akan menggunakan pakaian seragam kantor.       Kegiatan PasMo Membangun didalamnya terdapat Klinik Bisnis, Pusat Kajian Kebijakan dan Demokrasi serta kegiatan Komunitas PasMo Membangun. Kegiatan ini akan bertujuan mencetak kader-kader demokrasi yang handal dan profesional. Disamping itu, PasMo Membangun akan melakukan lobi-lobi kepada pengambil kebijakan dan pihak lain serta membuka akses pemasaran komoditi unggulan yang ada didaerah ini. Sehingga daya beli hasil petani, nelayan dan peternak bisa lebih meningkat.” tambahnya.    Â

   Pendampingan secara gratis kepada para kelompok tani, kelompok nelayan dan koperasi juga akan dilakukan. Oleh karena itu, dalam waktu dekat PasMo Membangun akan melakukan studi banding di salah satu wilayah kabupaten di Jawa Timur. Lembaga ini nantinya akan berbadan hukum. Insha Allah pada akhir September tahun ini akan ada tim turun untuk melatih dan merekrut minimal 50 orang pelaku usaha dan calon pelaku usaha untuk diberikan pelatihan yang akan mewakili masyarakat di 11 wilayah kecamatan daratan dan pulau.” imbuhnya.     Khusus dalam kaitan kajian kebijakan dan demokrasi menurut Akbar Silo, perhelatan demokrasi jelang Pilkada Selayar sangatlah menarik untuk dicermati. Dinamika politik yang semakin terarah perlu dipelihara agar dapat meningkatkan kontribusi dalam penyerapan aspirasi rakyat. PasMo Daeng secara nyata telah ikut serta memberikan corak demokrasi yang dinamis didaerah ini. Walaupun PasMo Daeng tidak berhasil melewati tahapan pendaftaran kandidat pada 4 hingga 6 September lalu akan tetapi nyatanya PasMo telah melakukan perjuangan melalui jalur lain untuk mewujudkan harapan dan cita-cita perjuangan sesuai mekanisme kebijakan dan demokrasi yang sejalan dengan kondisi pragmatisnya untuk menjamin konsistensi dan menjaga kemurnian aspirasi rakyat bagi pendukung, simpatisan, pemerhati, pencinta PasMo Daeng telah dilebur ke dalam “PasMo Membangun” guna melanjutkan cita-cita dan harapan publik khususnya pemberi mandat.      Salah satu pilihan bentuk dan pola perjuangan telah dikemas dalam Pusat Kajian Kebijakan dan Demokrasi (PKKD). Kehadiran PPKD lanjut Akbar Silo, sangat relevan dalam merekrut, membina dan melahirkan kader-kader demokratis yang berkualitas untuk kemudian nantinya akan disumbangkan kepada semua pihak yang berkepentingan. Sebab kami yakini bahwa melalui penguatan kualitas kebijakan dan demokrasi akan mampu meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) pada era inovasi 4.0 menuju era masyarakat 5.0.” kuncinya dia. (M. Daeng Siudjung Nyulle)




