Makassar, Inspirasimakassar,id:
Oknum RT di Kecamatan Panakkukang, tepatnya di Jalan Urip Sumoharjo Lr. 2, samping Mall Nipah diduga mendukung aksi premanisme yang dilakukan warganya. Tindakan tidak terpuji itu menimpa anggota Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Makassar, berinisial S.
Saat itu, seorang pria bernama ‘Har’ diduga menganiaya korban yang saat itu sementara mengatur lalu lintas di Jalan Urip Sumoharjo. Korban mengalami pemupulan di bagian rahang. Akibatnya korban menderita luka parah.
Hanya saja, salah seroang oknum RT yang sejatinya harus melarai, malah mendukung pelaku. Malah, dia membuat alibi sesat (playing victim), seakan akan anggota Dinas Perhubungan Kota Makassar yang salah.
Selesai melakukan aksi kriminalnya, pelaku langsung kembali ke rumahnya, di belakang Mall Nipah. Rekan korban berinisial K, kemudian mengikuti dari belakang, seraya kepingin menanyakan mengapa dia tiba tiba menganianya orang yang tak bersalah.
Meski begitu, sebelum sampai di rumah pelaku, rekan korban dihalau dengan sebuah besi panjang, sehingga rekan personel Dishub Makasar tersebut mundur, dan langsung menuju Polsek Panakukang untuk melaporkan kejadian tersebut.
Dua anggota Polsek Panakukang pun langsung menuju rumah pelaku tetapi pelaku sudah kabur.
Kabid TPAI Dishub Kota Makassar, Irwan dikonfirmasi media membenarkan kejadian penganiayaan terhadap personel Dishub tersebut.
“Kejadian ini terjadi saat tim bidang TPAI Kota Makassar melakukan penindakan penggembokan, pelaku sering mengamuk dan mengejar personel saat dibeberapa titik lokasi,” kata Irwan.
Ketika tim Dishub Kota Makassar lagi penindakan di ujung Jalan A.Pettarani bulan lalu, pelaku mengamuk dan di dalam parkiran kantor Samsat mengancam personel Dishub.
Respon oknum RT tersebut dengan mendukung aksi premanisme yang dilakukan warganya Ini sudah keluar dari program pemerintah pusat, dan daerah, serta kepolisian, yakni memberantas aksi premanisme di Kota Makassar. Malahan oknum tersebut menggandeng Ormas LMP (Laskar Merah Putih) untuk mendemo kantor Dishub, Kamis 12 Maret 2026, sekaligus menjadi jenderal lapangan. (din)




