Kamis, Januari 29, 2026
Google search engine
BerandaBeritaMercy Bekas Taksi Juga Kerap Diburu Artis

Mercy Bekas Taksi Juga Kerap Diburu Artis

0113492Alphard780x390

Pasar mobil bekas (Mobkas) taksi Blue Bird cukup besar, jumlahnya hampir setara seperti diler di sentra otomotif Jakarta dan sekitarnya. Tri Winarsih, Used Car Assistant Manager Blue Bird menjelaskan, setiap bulan total penjualan Mobkas perusahaan sekitar 350 – 500 unit.

Blue Bird menjual banyak model Mobkas, di antaranya mantan taksi reguler Toyota Limo, bekas Silver Bird Mercedes-Benz C230 Sport dan Mercedes-Benz E 200 Kompressor, serta bekas divisi mobil rental yakni Toyota Avanza, Toyota Innova, Toyota Camry, Toyota Alphard, Mercedes-Benz E 200, dan Honda Accord.

Usia mobil yang dijual rata-rata 3 –  7 tahun. Setiap unit yang dilego tidak lagi beroperasi, artinya sudah mengenakan plat nomor warna hitam.

Tri mengatakan komposisi terbesar pembeli Mobkas Blue Bird berasal dari Jakarta dan sekitarnya, sekitar 350 – 400 unit. Sedangkan sisanya didapat dari penjualan di luar kota, sekitar 100 unit.

Karakter pembelinya menjangkau sebagian besar kalangan masyarakat, sebab model yang dijual beragam mulai dari sedan kompak, MPV kompak, hingga sedan menengah, dan MPV menengah.

Tenaga penjual di salah satu lokasi penyimpanan Mobkas Blue Bird, Pool Ciputat, pernah mengatakan unit mewah seperti Mercy E 200 Kompressor ditaksir para “pejabat”. Alasannya karena harga murah tapi bisa dapat kemewahan mobil Jerman.

Ternyata bukan hanya pejabat, Tri mengungkap pembeli Mobkas juga berasal dari kalangan selebriti. “Bahkan ada juga artis yang beli,” kata Tri, tanpa mau mengatakan nama si artis, di Jakarta, Kamis (11/2/2016).

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments