

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Virus corona yang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia hingga kini belum diketahui kapan pastinya berakhir. Untuk mencegah, mengurangi, atau bahkan menghentikan potensi penularan virus asal Wuhan Thiongkok ini, maka sejumlah daerah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kota Makassar, salah satunya.
Untuk itu, masyarakat Maluku di Makassar yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) menginisiasi pertemuan bersama Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM), serta Kerukunan Warga Kristen Maluku (Kwakmal) membicarakan melalui aplikasi Zoom. Mereka pun menyambut baik pemberlakuan PSBB ini.


Ketua KKM (Prof.Dr.dr.Atja Razak Thaha,M.Si), Ketua Kwakmal (Pdt.Daniel Sopamena, M.Th), dan Ketua KWIM (Prof.H.Sadly AD, M.P.A) sama-sama melihat, pemberlakuan PSBB sangat tepat untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Sekalipun demikian, ketiganya, tergerak hati untuk membantu mahasiswa berupa beras, telur dan super mie.
Menurut Sekjen KKM, Hans Paljama, bantuan yang diberikan tentunya belum maksimal. Sekalipun demikian, dirinya meminta agar mahasiswa untuk memakluminya. “Awalnya, nama-nama yang masuk ke tim covid Maluku sekitar 50-an mahasiswa, namun menjelang pembagian ada penambahan nama hingga mencapai 100 penerima. Bantuan ini baru tahap pertama,” tutur Hans Paljama.


Sementara itu, Ketua Bidang Sosial Keagamaan dan Seni KKM, Drs.H.Asri Hidayat Mahulauw menambahkan, bantuan untuk 100 mahasiswa dari sejumlah kabupaten di Maluku yang terkoordinir di enam lokasi masing-masing Jalan Daeng Tata 3, Jalan Sukaria, Jalan Reacing Center, Antang, Jalan Borong, dan Jalan Perintis Kemeberdekaan.
Bantuan tersebut di antar langsung Sekjen KKM, Hans Paljama dan Wakil Sekjen KKM (Din Pattisahusiwa), Ketua Bidang Keagamaan Seni dan Budaya KKM (Asri HIdayat Mahuluaw), dan bidang kemahasiswaan KKM (dr.Syahrul El Gufron) pada Jumat, 15 Mei 2020. Bantuan tahap kedua akan dilaksanakan dalam waktu dekat.



Seperti diketahui, KKM merupakan organisasi sosial, kekeluargaan, dan kekerabatan. Ketignya menghimpun masyarakat Maluku di perantauan, khususnya di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan umumnya. Kehadiran organisasi ini tanpa membeda-bedakan suku, agama, warna kulit, jenis kelamin, maupun adat istiadat.
Organisasi yang digagas kelahirannya oleh pemuka Maluku yang bermukim di Makassar ini bertujuan, membangun kebersamaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai pela gandong, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan NKRI sebagai dasar berpijak.


Selain merupakan wadah pemersatu, KKM sekaligus menjadi pusat informasi antarsesama warga Maluku di perantauan. Termasuk, menghidupkan kebiasaan dan budaya orang Maluku yang cinta damai, mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan, serta nilai nilai kebangsaan, dan penghormatan terhadap perbedaan. (din pattisahusiwa)




