Makassar, Inspirasimakassar,id:
Buka puasa di tahun pertama kehadiran Ormas Elang Timur Indonesia menjadi penting. Penting, lantaran juga dihadiri Camat Kepulauan Sangkarang (Andi Ashdar), dan Ketua Umum DPP Angkatan Pemersatu Pemuda Indonesia (APPI)–H.Irfan Darmawan NM,SH.
Buka puasa jajaran ELIT—sebutan Elang Timur Indonesia juga dirangkaikan pembagian takjil buka puasa di Jalan Andi Djemma, bantuan sembako kepada kaum dhuafa, serta marabot masjid itu berlangsung di Sekretariat Ormas yang dipimpin Imran SE, Jalan Andi Djemma, Lorong 9 No 52 Kelurahah Banta Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Ahad, 8 Maret 2026.
Kehadiran Ketua Umum DPP APPI di acara Amaliyah Ramadhan DPP Elang Timur Indonesia di tengah tengah buka puasa, misalnya menjadi simbol persatuan antara dua jaringan organisasi yang memiliki visi serupa, memajukan serta menumbuhkan kepemudaan yang berintegritas.
Elang Timur Indonesia, yang dikenal sebagai organisasi kepemudaan dengan tiga semboyan, Solid, Tajam, Tangguh dengan fokus pada pendidikan, kepemimpinan, pemberdayaan ekonomi, sosial, hingga penegakkan hukum. Sementara APPI bertagline “Bergerak Bersama, Menjaga Persatuan, dan Kesatuan Kota Makassar”.
Kehadiran kedua organisasi di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini, menyatu dalam satu niat, satu doa, dan satu harapan, untuk Makassar dan Indonesia yang lebih baik.

Ketua Panitia (Sabda)
Alasannya jelas, jika ingin menatap masa depan Indonesia dengan harapan, maka harus membangunnya bersama, mulai dari hati yang terbuka, tangan yang bersatu, dan semangat yang tak pernah padam.
Sambil menyantap menu buka puasa, baik Ketua APPI-Irfan Darmawan, maupun Ketua ELIT—Imran terlihat berdiskusi santai. Keakraban dan kebersamaan begitu nampak, sebagai penanda pemimpin yang rendah hati, sekaligus mengedepankan semangat persahabatan.
Satu harapan dari kedua Ormas ini, dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, khususnya di ibukota Sulawesi Selatan dengan populasi multietnis—Bugis, Makassar, Toraja, Mandar, dan pendatang dari berbagai pelosok nusantara.
Seperti diketahui, menjelang azan berkumandang, para srikandi ELIT mulai membagikan hidangan buka puasa. Meski isinya menggoda lida, namun belum tiba azan magrib sebagai penanda buka puasa, maka para kader dengan tekun mendengar ceramah agama yang dinarasikan ustazd Imran Nadir, SE, MH.
Di antara hidangan, ada es buah berwarna cerah dan beragam (pelangi) lantaran campuran aneka buah, es, susu, dan sirup. Setidaknya ada dua hal menarik dari hidangan yang satu ini. Pertama sebagai simbol manisnya harapan yang tak pernah pudar di kalangan Ormas ELIT, dan hidangan ini juga menyegarkan, melambangkan semangat muda yang masih “dingin” namun berpotensi meletus menjadi energi positif.
Ketua Elang Timur Indonesia, Imran SE mengakui, meski sederhana, namun buka puasa kalangan ELIT kali ini begitu MULIA. Kehadiran para tokoh penting ini sebagai bukti silaturahmi yang terjalin tidak hanya di atas meja, melainkan di hati.
Imran mengakui, bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat bagi seluruh elemen masyarakat untuk melakukan refleksi diri, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
“Kita ketahui bersama bahwa, buka puasa bersama ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen organisasi dalam memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat,” tuturnya, seraya menambahkan, Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki diri, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai kebersamaan dan solidaritas sosial kepada seluruh kader Elang Timur Indonesia.
Ketua Panitia Buka Puasa, Sabda menjelaskan, buka puasa bersama tidak terwujud begitu saja. Selama seminggu sebelum acara, panitia yang dipimpinnya menyiapkan logistik, serta menyelami semua kebutuhan.
“Kesuksesan acara ini karena kekompakan kader ELIT. Kami selain melakukan komunikasi lintas platform, utamanya di grup WhatsApp ELIT, juga sesekali kami menggelar rapat di Sekretariat Jalan Andi Djemma. Dan, yang lebih penting, kegiatan ini membuktikan kebersamaan,” tutup Edha—sapaan akrabnya.
Buka puasa bersama ini hanyalah satu bab dalam perjalanan panjang ELIT. Di bulan puasa ini saja, jajaran ELIT juga membagi bagi menu buka puasa kepada kaum dhuafa. Buka puasa yang dikemas dalam balutan “Jumat Berkah” itu dilakukan di sejumlah titik, termasuk kepada pengungsi banjir di Blok 8 Antang. (din pattisahusiwa)




