Makassar, Inspirasimakassar,com:
Suasana Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Sabtu petang terasa lain. Pasalnya, menjelang matahari terbenam seperti lukisan warna oranye-emas di cakrawala, tercium aroma makanan yang mengundang selera makan.
Di sisi lain, pimpinan dan staff pelaksana lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Teduh Bersinar No 5 Makassar inipun menunggu suara azan, sambil memuji kebesaran sang ilahi. Tak lama kemudian, suara “Bismillah” berseru serentak. Buka puasa.
Buka puasa dimulai dengan meminum air putih, kemudian kurma—seperti buka puasa Rasulullah Muhammad SAW. Sementara staff lain ada yang mencicipi camilan. Air putih dan kurma ini juga meneladani kebiasaan Nabi Ibrahim (AS) yang memberi nutrisi ringan, namun bergizi. Usai shalat magrib dilanjutkan makan berat.
Pimpinan yang hadir yakni Ketua BAZNAS (HM.Ashar Tamanggong), serta dua wakil ketua, Ahmad Taslim (I), dan H.Jurlan Em Saho’as (IV). Para Kabag (Darmawati, Nabil Salim, Badal Awan, dan Fitri Ramly) masing masing Kabag I,II,III,dan IV. Serta seluruh staff.
Dalam pandangan Islam, buka puasa bersama yang diinisiasi HM.Ashar Tamanggong pribadi ini memancarkan cahaya iman yang menembus batas materi, mengingatkan kita bahwa setiap tetes keringat, setiap rupiah yang dikeluarkan, dan setiap niat yang tulus adalah bagian dari salamat (kebahagiaan) umat.
Apalagi, kebaikan itu tidak menunggu perintah resmi, melainkan dapat bermula dari hati yang berserah. Apalagi di bulan yang penuh rahmat ini, semangat infaq pribadi, memperkuat ukhuwa, dan mengukir jejak kebaikan yang tak lekang oleh waktu.
Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Ahmad Taslim mengatakan, buka puasa bersama kali ini sebagai buka puasa terakhir pimpinan BAZNAS periode 2021-2026.
Sementara itu, Ketua BAZNAS, HM.Ashar Tamanggong mengaku bangga lantaran para staff terlihat tersenyum penuh kebahagiaan.
“Dengan membuka puasa bersama, sebagai penanda bahwa, BAZNAS itu tidak hanya menyalurkan materi, kepada mustahik, tetapi juga menumbuhkan rasa persaudaraan. Buka puasa di satu meja seperti ini juga bukan sekadar mengenyangkan perut, melainkan mengenyangkan jiwa. Saat kita menyantap kurma bersama, ingatlah kurma yang ditawarkan oleh Allah lewat zakat, memberikan rasa manis pada hati yang lapar,” ujarnya.
Penulis buku “Langit tak Pernah Offline” itu menambahkan, bBulan Ramadan adalah bulan penuh rahmat, pengampunan, dan kebersamaan. Karena itu, ia mengajak untuk menebar kebaikan, tidak hanya dengan harta yang wajib, tetapi juga dengan hati yang ikhlas.
“Ramadhan, bulan yang mengajarkan bahwa ketika hati bersih, setiap bantuan—entah itu zakat, infaq, atau sedekah pribadi—menjadi cahaya yang menuntun umat menuju kedamaian.”arainya.
Pernyataan senada dikemukakan H.Jurlan Jurlan Em Saho’as. Jurnalis dan seniman ini menambahkan, apa yang ditanam di bulan suci akan berbuah di musim kehidupan. Buka puasa bersama BAZNAS Makassar menumbuhkan bibit keadilan, kasih sayang, dan persaudaraan yang, insya Allah, akan mekar selamanya—di hati manusia, di rumah-rumah, hingga di seluruh Kota Makassar. (din pattisahusiwa/tim media baznas kota makassar)




