Makassar, Inspirasimakassar,id:
Sebuah langkah inspiratif ditunjukkan para guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Tallo. Pasalnya, di tengah kesibukan merancang warna-warni dunia anak-anak, mereka menyempatkan diri menoleh pada duka anak bangsa yang terdampak pada musibah kebakaran.
Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA mengemukakan, ada hal menarik dari cara IGTKI Tallo ini berbagi. Alih-alih mendistribusikan bantuan secara langsung yang kerap terkendala logistik dan pendataan, organisasi yang dipimpin Satriani S.Pd, M.Pd itu memilih jalan yang lebih terstruktur dan terpercaya. Mereka menggandeng lembaga pemerintah nonstruktral untuk menyerahkan donasi sebesar Rp9,5 juta kepada anak anak korban kebakaran yang diterima staf amil BAZNAS, Ahmad Kamsir, Jumat, 7 Agustus petang hari ini.
Dr. H. Usman Sofian, MA mengaku bangga dengan IGTKI tersebut. Para guru TK ini ternyata bukan semata pengajar di ruang kelas atau di balik pagar sekolah semata, melainkan sebagai figur ibu kedua yang penuh kelembutan dalam kepedulian kepada kemajuan generasi di kota yang kini dipimpin Walikota Munafri Arifuddin dan Wakil Walikota Aliyah Mustika Ilham ini.
“Langkah inspiratif dari para pendidik ini, kita diingatkan kembali tentang esensi tut wuri handayani—tidak hanya di depan memberi teladan, di belakang memberi dorongan, tetapi juga hadir merangkul saat ada yang terjatuh,” tutur Uso—sapaan karib Sekretaris Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Kota Makassar itu.
Menurutnya, dalam waktu dekat, donasi IGTKI tersebut ditambah dengan bantuan BAZNAS Makassar akan dibelikan perlengkapan sekolah bagi anak anak yang terdampak kebakaran, Jumat 31 Juli pekan lalu.
“Kepercayaan adalah mata uang utama dalam profesi IGTKI Tallo. Mereka mengajarkan kejujuran, ketulusan, dan kepedulian setiap hari kepada anak didik. Maka, ketika menyalurkan donasi untuk korban kebakaran, nilai-nilai luhur itu pula yang dijaga. Mereka ingin memastikan bahwa setiap rupiah, yang didonasikan benar-benar sampai ke tangan yang berhak tanpa kurang suatu apa pun,” tutupnya. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)




