
Selayar, Inspirasimakassar,com:
Begitu banyaknya Anggaran yang dikucurkan ke setiap desa berawal dari Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN) dan Anggaran Pembelanjaan Daerah (APBD) untuk mensejahterahkan masyarakat desa dan memajukan tingkat pembangunan desa.
Adanya sebuah desa yang letak wilayahnya terpencil atau terletak di pulau dan jauh dari jangkauan perkotaan, telah menutup mata masyarakat tentang transparansi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Betapa tidak, Pembangunan Pemagaran Kantor Desa Khusus Bahuluang di tahun 2018 yang nilai anggarannya tidak diketahui, dikatakan selesai padahal belum selesai juga tidak menggunakan Prasasti, Desa Khusus Bahuluang, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Selayar, Sulsel, Jum’at, (25/9/2020).
Dalam hal ini awak media kunjungi mantan kepala Desa M. Yasin, yang sekaligus saat ini menjabat sebagai Sekdes Desa Khusus Bahuluang untuk mengkonfirmasi apa yang tidak sesuai dalam pembangunan tersebut.
M. Yasin mengemukakan, pemagaran tersebut memang dia yang merencanakan, tapi yang mengerjakan itu Kades sekarang, karena masa jabatannya sudah selesai, akhirnya Kades yang melanjutkan dan baru berapa bulan juga selesainya itu Pemagaran.
Menerutnya, masalah Pemagaran itu sudah di periksakan oleh Tim Audit Inspektorat kemudian masalah Pengacian dan Pengecetan Pagar tersebut itu soal gampang karna tidak seberapa juga Dananya, jadi anda jangan cerita anak-anak.
Kemudian awak media mempertanyakan tentang Baliho APBDes Anggaran di tahun 2020 kenapa belum terpampang, lalu M. Yasin menjelaskan kalau soal Baliho itu tidak terlalu penting untuk dipajang karena masyarakat Desa Bahuluang sudah tahu semua berapa Anggaran untuk tahun 2020 ini dan itu soal biasa jika tidak terpasang Baliho APBDes.
Di lain tempat, awak Media konfirmasi langsung Kades Bahuluang via wathsap, Kades menyampaikan Pemagaran Kantor Desa bukan dia. “Itu pekerjaan mantan Desa di tahun 2018 dan bukan saya, kemudian kalau masalah Baliho APBDes itu sudah saya suruh bikin karena adanya perubahan,” tegasnya.
Awak Media sangat sesalkan dengan bahasa yang dilontarkan oleh Kades Bahuluang. Dia malah bertanya kenapa terlalu banyak pertanyaanang diajukan. Sang Kades malah memblokir kontak watshap. (Tim/UH )




