Jumat, Januari 9, 2026
Google search engine
BerandaBeritaKabupaten Sidrap Terima Penghargaan Provinsi Sebagai Pelopor Program Nasional Percontohan Gerakan Budaya...

Kabupaten Sidrap Terima Penghargaan Provinsi Sebagai Pelopor Program Nasional Percontohan Gerakan Budaya Membaca

Rusdi Masse bupati Sidrap dan Bella Saphira Ketua Yayasan Chandra Kirana bersama-sama memegang penghargaan dalam acara Hardiknas Kabupaten Sidrap
Rusdi Masse bupati Sidrap dan Bella Saphira Ketua Yayasan Chandra Kirana bersama-sama memegang penghargaan dalam acara Hardiknas Kabupaten Sidrap

Sidrap – Gerakan menjadikan Sidrap Kota Baca mendapatkan apresiasi yang besar dari Pemerintah Provinsi Sulsel. Pada upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di kabupaten Sidrap, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan,  Agus Arifin Nu’mang, mewakili pemerintahan provinsi Sulsel  memberikan penghargaan khusus langsung Sidrap sebagai Kabupaten Pelopor Program Nasional Percontohan Gerakan Budaya Membaca kepada Rusdi Masse, Bupati Sidrap, Senin (2//5/2016).

“Penghargaan ini merupakan apresiasi yang besar pemerintahan provinsi terhadap upaya-upaya yang telah kita lakukan bersama-sama dalam mengarusutamakan budaya baca di tengah masyarakat,” ujar Nur Kanaah, Kepala Dinas Pendidikan Sidrap disela-sela upacara Hardiknas yang dihadiri oleh undangan wakil pemerintahan daerah dari  23 kabupaten/kota Provinsi Sulsel tersebut.

Sidrap mulai tahun 2015 dengan konsisten berusaha menerapkan budaya baca terutama di sekolah-sekolah dan masuk sebagai 10 Kabupaten Nasional Gerakan Budaya Membaca. Setiap sekolah diwajibkan untuk melakukan membaca senyap 15 menit sebelum pembelajaran dan menambah jam membaca selama satu jam setiap hari Sabtu. “Pada kegiatan 15 menit membaca tiap hari, siswa-siswa tidak dibebani tugas apa-apa kecuali membaca sesuai kesukaannya. Pada kegiatan satu jam membaca di hari Sabtu, siswa diminta merangkum, membuat resensi dan kadang menceritakan kembali apa yang telah dibaca,” ujar Asma, Koordinator  USAID PRIORITAS untuk Sidrap.

Untuk mendorong tumbuhnya budaya baca di Sidrap, Bupati Sidrap telah mengeluarkan Surat Keputusan pembentukan tim  budaya baca.  Bupati, wakil bupati dan ketua DPRD bertindak sebagai penasehat,  Sekda dan Bappeda sebagai pengarah, sedangkan  kepala dinas pendidikan sebagai ketua harian.  Anggota-anggotanya terdiri dari para kabid dinas pendidikan, koordinator pengawas,  kepala UPTD, Kepala MKKS dan K3S, Koordinator Daerah dan Fasda USAID PRIORITAS. Tugas tim ini memastikan bahwa program budaya baca tersosialisasi dengan baik, melakukan analisis kebutuhan, menyusun kebijakan, melakukan pelatihan dan pendampingan, mengevaluasi program budaya baca dan lain-lain.

Kepala Dinas Pendidikan Sidrap, Nur Kanaah, juga mengeluarkan surat edaran ke sekolah-sekolah mewajibkan sekolah melaksanakan program membaca senyap 15 menit. “Asistensi yang dilakukan USAID PRIORITAS dalam budaya baca ini sangat membantu mewujudkan Sidrap sebagai kota baca,” ujar Nur Kanaah, Kadis Pendidikan Sidrap.

Selain itu, beberapa sekolah juga telah membentuk komunitas membaca, seperti di SMP 2 Pangsid. Komunitas yang anggota-anggotanya terdiri dari para siswa tersebut sering mengadakan diskusi tentang buku.

Salah satu bukti nyata hasil membaca di sekolah adalah murid kelas V SD Neg I Kalukuang bernama  Aisyah yang karena minat bacanya tumbuh pesat, telah membaca 117 buku dalam kurun lima bulan. Tidak hanya dia suka membaca buku, tapi juga mampu menceritakan hasil membacanya dengan baik. Hal itu dibuktikan di panggung  pameran pendidikan Hardiknas Sidrap. Saat dia ditantang membaca selama tujuh menit dan menceritakan hasil bacaan selama 7 menit tersebut, dia mampu menceritakan secara lengkap.

Pameran pendidikan yang diadakan dinas pendidikan tersebut diisi oleh sembilah puluh satu stan  yang banyak memamerkan program dan hasil-hasilnya seperti puisi, cerpen, hasil rangkuman dan lain-lain. (*)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments