
Luwu Timur, Inspirasimakassar.com :
Wakil Bupati Luwu Timur, Ir Irwan Bachri Syam, di tengah aktifitas kedinasan yang padat, masih melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Wamena-Papua dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan. Koordinasi ini untuk memastikan kondisi terkini warga Luwu Timur yang saat ini masih berada di daerah bertikai di bumi Cenderawasih tersebut.
Pasca terjadinya kerusuhan di Wamena yang puncaknya, 29 September 2019 lalu, warga pendatang memutuskan kembali ke daerah asal. Pasalnya, kondisi daerah itu belum kondusif, akibat konflik yang melibatkan penduduk asli dan pendatang.

Warga Luwu Timur yang terdata di Wamena 65 orang. Ismawati, salah seorang warga dikonfirmasi membenarkan jumlah pengungsi tersebut. Sebanyak 52 orang di antaranya warga Desa Mabungka Wonorejo, 4 orang Margolembo, 2 orang Koroncia, 3 orang warga Wotu, dan seorang warga Taripa 3 orang
“Jumlah yang saat ini masih di asrama militer di Wamena sekitar 65 orang yang berasal dari beberapa desa di Luwu Timur. Sebahagian sudah menuju bandara untuk diterbangkan ke Makassar menggunakan pesawat hercules milik TNI,” ujarnya.

Menurut warga Desa Wenerejo ini, proses kembali ke Makassar mesti daftar terlebih dahulu untuk kemudian dijadwalkan untuk diberangkatkan. Hanya saja, kondisinya ada beberapa pengungsi yang masih tertahan adalah Balita yang cukup riskan jika dipulangkan mengggunakan pesawat hercules.
Ditanya soal bantuan dari Pemerintah Daerah Luwu Timur, Ismawati mengatakan, hingga hari ini baru Bapak Wakil Bupati yang menghubunginya untuk menanyakan kondisi terakhir pengungsi asal kabupaten pecahan Kabupaten Luwu itu.
“Dari Pemerintah Daerah, tadi Pak Wakil Bupati sudah telepon saya. Beliau menanyakan kondisi pengungsi dan kebutuhan yang mendesak. Semoga ada perhatian ada pemerintah buat kami di sini seperti apa yang Pak Wakil Bupati lakukan,” tambahnya.
Sementara itu Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam di konfirmasi mengatakan, komunikasi dengan Pemda Wamena dan masyarakat Luwu Timur di Wamena dilakukan secara intens. Tujuannya,untuk mengetahui kendala dan kebutuhan mereka.

“Saya sudah komunikasi dengan warga kita di sana yang rumahnya jadi tempat saudara saudara kita berlindung. Hal yang mendesak memang terkait kebutuhan balita dan ibu ibu. Insya Allah kita komunikasikan lebih lanjut agar bisa sedikit mengurangi beban mereka,” jelas IBAS–sapaan akrab Irwan Bachri Syam. (Andi Rizaldi Sabir)




