Makassar, Inspirasimakassar.id:
Ancaman narkoba, bukan lagi sekadar isu kriminal, melainkan krisis moral dan kesehatan masyarakat yang mengancam kelangsungan generasi muda, baik di kota, maupun desa terpencil sekalipun. Menyadari perlawanan terhadap ‘virus sosial’ ini tentunya membutuhkan kekuatan kolektif yang melampaui batas lembaga.
Di Sulawesi Selatan misalnya, posisi strategis geografisnya sering kali menjadikan wilayah ini sebagai pintu masuk dan pasar peredaran gelap—sebuah tantangan yang tidak bisa dihadapi hanya melalui penegakan hukum semata.
Karena itu, Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba Majelis Ulama Indonesia (Ganas Annar-MUI) Provinsi Sulawesi, Dr.H.Waspada Santing, M.Sos.i, M.HI, menggagas kerjasama bersama RRI Regional 4 Makassar. Hasilnya menggembirakan, Jumat, 28 November Waspada Santing dan Kepala Stasiun RRI Regional 4 Anom Andadari,SE meneken Momerndum of Anderstading (MoU).
Di sela sela penekenan MoU, Waspada Santing mengakui, kolaborasi kedua lembaga ini (Ganas-Annar dan RRI Makassar) menandai babakan baru. Dimana, Gannas Annar, dapat menggabungkan kekuatan dakwah moral-spiritual dengan daya jangkau masif dan kredibilitas informasi dari media publik terkemuka, RRI.
Menyinggung kerjasama dengan RRI, Waspada Santing yang juga Wakil Ketua III Bidang Pelaporan dan Keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar itu mengakui, Gannas Annar MUI Sulawesi Selatan memiliki tanggung jawab keagamaan untuk menjaga umat dari segala bentuk kerusakan, dengan titik tekannya narkotika.
Namun, pesan ini harus menjangkau setiap pelosok desa, setiap rumah tangga, dan setiap telinga generasi muda. Karenanya, RRI hadir sebagai mitra strategis, jembatan antara mimbar agama dan gelombang udara.
“Saya kira audens kita beragam. Apalagi, kita ketahui bersama bahwa, sekali bersuara jutaan telinga mendengar, sehingga tentunya ada keragaman pendengar. Dengan begitu, produk kita sejalan dengan keragaman program,” ujarnya.
Sebelumnya, Anom Andadari mengemukakan, lembaga apapun yang bekerjasama dengan RRI sangat menguntungkan dan sangat meng-inspirasi. Sebab, sekali menyampaikan di lembaga penyiaran publik independen nii, maka jutaan telinga bisa mendengar, baik di kota maupun desa dan lorong lorong sekecil apapun.
“Dan, perlu diingat bahwa, saat ini, di lembaga penyiaran independen ini tidak bersuara, atau telstar melalaui radio semata, melainkan telah memanfaatkan teknologi digital di internet. Artinya, RRI sudah berada di ujung jadi,” ujarnya.
Karenanya, jelas Anom Andadari, antara RRI dan Gannas Annar sama sama bergandengan tangan, guna melakukan kegiatan kegiatan yang benar benar memberi inspirasi, mengedukasi, kemudian tentunya berdampak baik kepada masyarakat.
“Jadi, semoga kerjasama antara RRI dengan Gannas Annar, dapat berjalan baik dan sesuai harapan kita bersama. Karena itu, semoga apa yang kita lakukan hari ini, dapat menjadi berkah untuk kita semua,” tutup Anom Andadira. (Din Pattisahusiwa/Humas Gannas Annar MUI Sulsel).




