Makassar, Inspirasimakassar.com:

Relawan di kalangan kaum muda, bisa disebut sebagai gaya hidup yang bernilai positif.  Positif lantaran, kehadiran mereka di tengah tengah bencana, selain mendapat pahala, juga menjadi kebanggaan. Mengapa? Ya, karena, kerja kerja sosial itu, dapat terlihat langsung, utamanya saat menolong orang yang tertimpa musibah, atau bencana.  Demikian yang mengemuka pada workshop Forum Kemanusiaan Kota Makassar, Sabtu, 16 Juli 2022.

Di hadapan puluhan lembaga dan relawan kemanusiaan se Kota Makassar yang ber-workshop di Baruga Anging Mammiri, Jalan Haji Ince Saleh Daeng Tompo, Kecamatan Ujung Pandang Kota Makassar ini, Ketua Forum Kemanusiaan Kota Makassar, dr. Udin Syaputra Malik mengemukakan, workshop bertujuan, meningkatkan kapasitas relawan.  

“Dari data yang ada, jumlah organisasi yang tergabung dalam forum kemanusiaan  di Kota Makassar ini sekitar 40 lembaga. Jumlah besar ini sangat mengagumkan kita semua. Dari sini pula, kita dapat menciptakan kolaborasi antarsesama . Apalagi, motto kita adalah, bersatu dalam kemanusiaan,” ujarnya pada workshop yang juga dihadiri Kadis Sosial Kota Makassar, Aulia Arsyad itu.

Udin Syahputra Malik yang juga Founder MASSIKOLA ini menyebutkan, Forum Kemanusiaan Kota Makassar dibentuk sebagai wadah kolaborasi dan koordinasi lembaga, organisasi, dan relawan kemanusiaan. Utamanya,  dalam penanganan kasus-kasus kemanusiaan seperti lansia terlantar, anak putus sekolah, pasien tidak mampu, bencana alam, dan lainnya.

“Yang  diharapkan dalam forum ini adalah, lebih terkoordinir dan melibatkan kerjasama lintas sektoral. Tujuan akhirnya adalah, demi mewujudkan Kota Makassar yang tangguh, resilien, dan bisa menjadi pasukan kemanusiaan di garda terdepan,” harap suami dari Aura Aulia Imandara ini.

BAGIKAN
Berita sebelumyaFORHATI Takalar Ikuti Muswil FORHATI II Sulawesi Selatan
Berita berikutnyaDelapan Santri Binaan BAZNAS Makassar Mulai Mondok, Orang Tua Terharu
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here