
Jakarta, Inspirasimakassar.com:
Dalam upaya membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) milik perempuan Indonesia, Pertamina Foundation menyelenggarakan program PFPreneur dengan tema kegiatan Women Leader and Entrepreneurs.
Para wirausaha perempuan Indonesia yang ditantang untuk berpartisipasi ialah perempuan yang berusiaminimal 18 tahun serta memiliki usaha di bidang kerajinan, kuliner, dan pakaian minimal selama 6 bulan. Program inijuga mempunyai kuota khusus untuk perempuan disabilitas, perempuan yang menjadi kepala keluarga, dan kelompok perempuan rentan lainnya.
Pendaftaran PFPreneur mulai dari tanggal 2 Oktober sampai 25 Oktober 2020 melalui website PFPreneur preneur.pertaminafoundation.org Para peserta PFPreneur yang terpilih akan mendapatkan paket pelatihan, mentoring, pembinaan mulai dari pengembangan kewirausahaan, dan pengenalan teknologi pendukungusaha e-commerce dari para ekspertise serta lembaga kementerian.

Tidak hanya itu, parapeserta juga mendapatkan jaringan usaha dari pengusaha sukses, kesempatan untuk mempromosikan produknya, apresiasi(reward) bagi wirausahawan perempuan terbaik, danakses permodalan dari Program Kemitraan PT Pertamina (Persero) sampai dengan Rp 200Juta per-UMKM dengan jasa administrasi hanya 3% per-tahun.
Seluruh rangkaian programakan dilakukan secara daring melalui e-learning yang disediakan oleh Pertamina Foundation. Program ini resmi diluncurkan secara virtual pada tanggal 2 Oktober 2020 bertepatan denganHari Batik Nasional.
Pada acara peluncuran, tiga UMKM yaitu Sekar Kawung, Padu Padan,dan Cita Tenun Indonesia, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) denganPertamina Foundation.Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyambut baik inisiasi program PFPreneur karena melibatkan perempuan untuk berkontribusi langsung terhadap perekonomian Indonesia.
“Program PFPreneur merupakan wujud dukungan PT Pertamina(Persero) agar kita semua dapat keluar dari beban pandemi Covid-19 yang sangat berdampakpada perekonomian nasional. PFPreneur menjadi bagian solusi penciptaan lapangan kerja danmenghidupkan kembali ekonomi melalui kewirausahaan kelompok perempuan. Kekuatan perempuan adalah pada ketangguhan dan kesabarannya dalam berwirausaha,” ungkap Nicke.
“PFPreneur adalah, program Women Leaders and Entrepreneurs yang bertujuan, mengembangkan kewirausahaan perempuan yang unggul berbasis pengelolaan usaha modern dan berdaya saing tinggi melalui pemanfaatan teknologi dengan akses permodalan ProgramKemitraan PT Pertamina (Persero). Women Leaders adalah aktor perempuan muda yang mampu menjadi motor penggerak bagi anggotanya untuk secara bersama-sama lebih ulet dankreatif mengembangkan kewirausahaan serta siap sukses bersama program PFPreneur Pertamina Foundation,” tambah Nicke.
Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari mengatakan, bulan Oktober menjadi bulan untuk para womenpreneurs.
“Bulan Oktober menjadi jiwa dan semangat program PFPreneur. Dimana womenpreneurs akan memiliki kapasitas yang memadai untuk mengembangkan usaha mikronya, menjadi unit usaha menengah atau bahkanmakro yang memiliki daya saing pasar sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan hidup yanglebih baik,” ujar Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari.
Melalui program PFPreneur, Pertamina Foundation akan membentuk 5000 kewirausahaan perempuan selama 5 tahun ke depan untuk menjadi kewirausahaan yang unggul berbasis pengelolaan usaha modern, memiliki daya saing pasar, dan memiliki jaringan serta sinergitaskemitraan.

Sektor Usaha Mikro,Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi fokus dalam program PFPreneur karena UMKM mampu menjadi solusi bagi Indonesia untuk keluar dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Sebelum pandemi mewabah, sektor UMKM berkontribusi sebesar 61,41% (Rp9,11triliun) terhadap PDB Indonesia yang mencapai Rp 14.837 triliun dan mayoritas merupakan usaha yang dibangun oleh wirausaha perempuan pada golongan usaha mikro. Oleh karena itu, program PFPreneur menjadi ajang untuk menunjukkan bahwa UMKM milik perempuan Indonesia punya potensi untuk memajukan perekonomian Indonesia dan mampu menjadi Women Leaders yang menginspirasi. (Andri Hidayat)




