Sabtu, Januari 10, 2026
Google search engine
BerandaBeritaDiknas-BAZNAS Makassar Teken MoU

Diknas-BAZNAS Makassar Teken MoU

Ketua BAZNAS (kemeja putih) dan Kadisknas saat Meneken MoU

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Menindaklanjuti Instruksi Walikota Makasar  tentang  zakat bagi ASN muslim lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, maka  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar dan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kota Makassar menandatangani Memorandum of Understanding (MoU).

MoU itu diteken Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM.Ashar Tamanggong dan Kadisnas Kota Makassar, H.Muhyiddin di sela-sela Sosialisasi Pengelolaan Zakat dan Instruksi Walikota Makassar No.400/119/KESRA/I/2022 tentang Optimalisasi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sadakah (ZIS),  Kamis, 17 Pebruari 2022. MoU dan sosialisasi denhgan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kadis Diknas Kota Makassar, H.Muhyiddin mengemukakan, dirinya dan seluruh jajaran dinas yang dipimpinnya, menyambut baik instruksi walikota Makassar tersebut.  Pada dasarnya, seluruh ASN lingkup dinas yang dipimpinnya  tentunya mengerti maksud baik, menjadikan Makassar sebagai kota zakat.

“Saya juga  pernah bekerja di BAZ-sekarang BAZNAS. Makanya, saya  mengerti betul kerja kerja BAZNAS. Dan, saya saluti BAZNAS saat ini, yang bekerja sangat maksimal. Seluruh komisioner BAZNAS Kota Makassar saat ini orang orang muda, sehingga mereka lebih gesit, dan punya gagasan gasasan yang lebih baik dari sebelumnya,” tuturnya.

H.Muhyiddin menyebutkan, dengan berzakat, maka selain dapat mensucikan seluruh harta atau pendapatan, juga mendapat amal. Dan yang penting, zakat diserahkan tersebut dapat membantu kaum muslim yang kebanyakan masih hidup dalam ketidakmampuan ekonomi.

Mantan Plt Kadis Sosial Kota Makassar ini mengaku bangga kepada BAZNAS lantaran, salah satu programnya adalah memberikan beasiswa bagi 1000 siswa. “Kami berterima kasih kepada BAZNAS karena, tahun ini bakalan memberikan beasiswa yang begitu banyak kepada anak didik kita. Tentunya, program BAZNAS ini juga snagat membantu Diknas Makassar,” tutupnya.

Sementara itu, dihadapan peserta yang terdiri dari kepala kepala sekolah, HM.Ashar Tamanggong menyebutkan, dengan jumlah ASN di Diknas Kota Makassar yang begitu besar, maka dirinya meyakini, gagasan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto dan lembaga pemerintah nonstruktural yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar, Kecamatan Rappocini menyangkut Makassar Kota Zakat segera terpenuhi.

Hanya saja, demikian Ashar Tamanggong, untuk menuju ke kota zakat itu, salah satu syaratnya adalah, seluruh ASN di Makassar harus berzakat. Jadi, zakat itu bukan hanya menjelang Ramadhan saja, melainkan setiap saat, atau ketika penerimaan gaji. Besaran zakat setiap orang adalah 2,5 persen dari pendapatan.

Cendramata dari BAZNAS ke Kadiknas

Bungsu dari sepuluh bersaudara ini juga itu menyinggung  hadirnya UU no 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat , infak, dan sadakah. UU tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat dan meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.

Seperti diketahui,  selain ATM—sapaan akrab Ashar Tamanggong komisioner BAZNAS Kota Makassar lainnya adalah Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan H.Waspada Santing. Untuk memperlancar kegiatan masing masing komisioner dibantu kepala bidang  yang mengurusi, pengumpulan (H.Arifuddin), pendistribusian dan pendayagunaan (Achmad Gunawan),  perencanaan dan pelaporan (Nabil Salim), serta Adminitrasi, SDM, dan Umum (Badal Awan). (din pattisahusiwa)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments