H.Jurlan Em Saho’as (kemeja kotak) bersama dua santri di Ponpes Al-Fahriah Putera

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Delapan anak  dari Kelurahan Masale, Kecamatan Panakukkang mulai mondok di dua Pondok Pesantren (Ponpes), Ahad 17 Juli 2022. Tiga anak di Ponpes Imam Hasim, yakni, Tegar Saputra Ramadhan, Muh. Rifqi Nur Ashar, dan Reski Adiyah Putra Ramadhan. Sedangkan di Ponpes Al Fahriah Putra yakni Muh. Fadil Ramadhan,  dan Rafli. Di Ponpes Al Fahriah Putri yakni  Andi Nurfatillah, Dirna Ayu Ramadhan , serta Sitti Nur Ijla Nur Faizah.

 Ke delapan anak dari keluarga kaum dhuafa ini dibiayai BAZNAS Kota Makassar, mulai masuk hingga tamat. Saat mengantar anak anak untuk mondok di kedua Ponpes tersebut, orang tua mereka terharu. Malah, ada yang meneteskan air mata.

“Saya terharu. Awalnya, saya selalu memikirkan anak saya. Bagaimana pendidikannya. Bagaimana nasibnya kelak. Tetapi, saya bersyukur, saat didatangi  oleh Tim BAZNAS Kota Makassar di rumah. Tim BAZNAS saat itu mengasesmen kami. Berbagai pertanyaan mereka ajukan. Saya meminta anak saya untuk masuk pesantren. Dan Alhamdulillah BAZNAS menerima permintaan saya. Hari ini, anakku sudah masuk mondok.Betapa mulianya Tuhan. Terima kasih BAZNAS Kota Makassar,” ujar  St Halima, orang tua Muh Fadil Ramdhan.

Kabid II, Astin Setiawan dan salah seorang santri binaan BAZNAS

 Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pemberdayaan BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as didampingi Kabid II, Astin Setiawan mengharapkan, ke delapan anak santri tersebut giat belajar, sehingga dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

 “BAZNAS Kota Makassar mengharapkan, anak anakku belajar dengan tekun. Yakinilah, dengan belajar di Pondok Pesantren ini, anak anakku dapat mendalami ilmu agama dengan baik. Kami juga meyakini, di Ponpes ini, anak anakku ini bisa meningkatkan kecerdasan mereka, khususnya di bidang agama,” harapnya.

H.Jurlan Em Saho’as menyebutkan, ke delapan anak ini kelak bisa mengangkat tarap hidup keluarga. “Semoga anak anak santri ini dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan berguna bagi masyarakat sekitar, termasuk berguna bagi bangsa, negara, dan agama,” harap sutradara air mata jendi ini.

Menurutnya, BAZNAS Kota Makassar berupaya keras memutus rantai kemiskinan. Salah satunya, memperbaiki kualitas ekonomi, sekaligus pendidikan bagi masyarakat yang tergolong miskin.

Menjawab pertanyaan Inspirasimakassar.com, H.Jurlan Em Saho’as mengaku, biaya pendidikan delapan anak  santri itu bisa mencapai Rp256 jutaan. Soal sumber dana, mantan jurnalis  harian Pedoman Rakyat Ujungpandang ini menyebutkan, berasal dari salah seorang pengusaha terkemuka yang  juga menetap di Kelurahan Masale, Ir.H.La Tinro La Tunrung.

Tiga santri di Ponpes Al Fahriah bersama orang tua

“Jadi untuk diketahui, BAZNAS Kota Makassar, hanya menjalankan amanah dari salah seorang Muzakki. Beliau adalah Bapak Ir.H.La Tinro La Tunrung yang menyerahkan zakat terikat sebesar Rp4 miliar,” tambahnya.

Selain delapan anak yang dibiayai hingga tamat, dari zakat terikat tersebut BAZNAS Kota Makassar juga memberikan bantuan beasiswa, termasuk pemberian konsumtif bulanan, maupun bantuan modal usaha bagi kalangan ekonomi kecil. Keseluruhan biaya yang akan digelontorkan di Kelurahan Masale, sekitar Rp 1 miliar. Penyerahan secara simbolis telah dilakukan pada  Senin, 27 Juni 2022.

Selain di Masale, zakat terikat yang diberikan pengusaha sukses ke BAZNAS Kota Makassar juga  akan disalurkan kepada kaum dhuafa di dua kabupaten, yakni Enrekang dan Soppeng.

“Khusus di Kabupaten Enrekang dan Soppeng, BAZNAS Makassar akan menurunkan tim untuk mengasesmen mereka yang berhak menerima,” jelasnya.

Seperti diketahui, ketertarikan Ir.H.La Tinro La Tunrung  kepada BAZNAS Kota Makassar, lantaran dirinya melihat kinerja lembaga pemerintah nonstruktural yang dipimpin HM.Ashar Tamanggong ini benar benar menyentuh kalangan bawah, atau kaum dhuafa.

La Tinro La Tunrung menjadi contoh yang baik bagi pengusaha pengusaha sukses lainnya. Semoga masih ada pengusaha kaya yang juga mengikuti jejaknya, sehingga dapat mengurangi, bahkan meniadakan kemiskinan di Kota Makassar ini.

Santri putri di Ponpes Al Fahriah

(din pattisahusiwa)

BAGIKAN
Berita sebelumyadr.Udin Syahputra Malik : Demi Mewujudkan Makassar yang Tangguh
Berita berikutnyaPenerimaan Pajak Bea Cukai Sulbagsel Rp149.02 Miliar
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here