
Makassar, Inspirasimakassar.com:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sulawesi Selatan, melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), menyerahkan bantuan sembako kepada korban, sekaligus warga terdampak banjir di Ujung Bori Raya, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Selasa, 27 Desember 2022. Sehari sebelumnya, Senin, 26 Desember malam, BTB BAZNAS Provinsi juga melakukan hal serupa di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya.
Di tengah tengah penyaluran sembako, Ahmad Gunawan mengemukakan, bantuan dari lembaga pemerintah nonstruktural yang berkantor di Jalan Masjid Raya Kota Makassar tersebut, karena seluruh jajaran BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan, baik komisioner, maupun staf pelaksana, turut prihatin kepada warga yang tertimpa musibah banjir yang melanda sebagian besar kabupaten/kota di daerah ini.
“BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan merasa terpanggil untuk meringankan penderitaan yang menimpa saudara saudara kita yang tertimpa musibah banjir ini. Makanya, seluruh jajaran komisioner BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mengharapkan bantuan ini jangan dilihat dari nilainya semata,” ujarnya, didampingi tiga rekannya juga dari BAZNAS Sulsel masing masing Salman, Rifal, dan Nasrullah.

Ahmad Gunawan menyebutkan, bantuan yang diserahkan merupakan bentuk dari rasa kemanusiaan demikian tinggi dari seluruh jajaran BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan. “Kami juga menempatkan rasa solidaritas sangat tinggi antarsesama,” jelasnya.
“Jadi malam ini, di tengah kepungan banjir ini, kami dari BAZNAS Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan baik bagi korban banjir, maupun yang terdampak di sini (Kompleks Kodam- Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya),” tambahnya.
Menjawab pertanyaan Inspirasimakassar,com, soal sumber dana, Gun—sapaan akrab pria asal Kabupaten Kepulauan Selayar ini mengaku, berasal dari donasi para muzakki yang memberi amanah kepada BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan.


Sejumlah penerima bantuan BTB BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan mengaku, sangat tertolong dengan kehadiran lembaga Amil yang dipimpin Dr.dr.H.Muh.Khidri Alwi (ketua), M.Irfan Sanusi, Muh.Ishaq Shamad, Kamaruddin, dan Abdul Aziz Bennu (Wakil Ketua I,II,III,dan IV) tersebut. Mereka bukan saja membantu bahan makanan, melainkan juga perahu karet.
Pernyataan senada dikemukakan Ketua RT I Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Fatmawati mewakili 50 Kepala Keluarga (KK), atau lebih 300 jiwa, penerima bantuan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan terima kasih. Pasalnya, bantuan lembaga pemrintah nonstrktural tersebut bukan saja saat banjir yang melanda wilayahnya akhir Desember 2022 ini, melainkan sudah beberapa kali menyalurkan bantuan.

“Kami mewakili warga, mengucapkan terima kasih kepada BTB, utamanya pimpinan BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan beserta seluruh staff. Bantuan ini aklan kami manfaatkan dengan baik. Kami akan membagikan kepada seluruh kepala keluarga yang terkepung banjir di RT kami. Saya sudah menghubungi Ketua RW. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Makassar. Yang pasti, seluruh bantuan ini akan kami bagi rata kepada warga,” tutur Fatmawati.

Seperti diketahui, cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, beberapa hari belakangan, mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Terparah di Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, dan Manggala, serta Panakukkang. Berbagai warga tertimpa, maupun terdampak musibah alam ini pun “membanjiri” WhatsApp (WA).
Seperti diketahui, akibat curah hujan yang tinggi, mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir di Makassar. Sejauh ini banjir tersebar di 19 kelurahan dari 4 kecamatan. Dampak paling luas terjadi di Kecamatan Biringkanaya.


Banjir tersebut menyebabkan 435 orang dari 118 kepala keluarga (KK) mengungsi. Ada 9 titik pengungsian yang tersebar di Kelurahan Katimbang dan Paccerakkang.
Di Kecamatan Manggala, banjir terjadi di 4 kelurahan yakni Kelurahan Manggala, Tamangapa, Antang, dan Batua. Saat ini tercatat ada 1.208 jiwa dari 306 KK yang mengungsi di 18 titik yang tersebar di Kelurahan Manggala dan Antang. Di Kecamatan Tamalanrea banjir juga terjadi di 4 kelurahan. Masing-masing di Kelurahan Kapasa, Buntusu, Tamalanrea Indah, dan Tamalanrea Jaya. Total ada 25 jiwa dari 10 KK yang mengungsi. Total sudah ada 9.167 jiwa dari 2.695 KK terdampak. BPBD juga mencatat sudah ada 3.344 unit rumah yang terdampak. (din pattisahusiwa)




