Kamis, Januari 1, 2026
Google search engine
BerandaBeritaBERANDA KOSONG

BERANDA KOSONG

Puisi-2Oleh: Nurfajri

 

Ada beranda menjulang

Penyeruput seruan berulang

Maharaja tamu memadat suram

Tak merakit pamit lalu pulang

 

          Ada beranda bermenara

          Memanggul mimbar sang pendakwah

          Rindu berkarat pekat

          Terselip dibalik pilar berukir

          Terhirup sepi menyeruak

          Terbentang antara dua serambi

 

Ada beranda berkubah

Mashur kilau diatasnya

Romantisme galeri islam

Perjajakan tuan musafir

 

Ada beranda bertaman

Merebakkan bunga kasturi

Memuai dari bilik syurga

Lalu tercium semerbak firdaus

Tergelincir mesra dari rongga hidung

Pemakmur berandaNya

 

          Dua tiga empat insan

          Bersimpuh diteras-teras berdebu

          Lantunan ayat-ayat bergerutu

          Timbul tenggelam sembilu

          Mengalungi hati yang menggebu

 

Tidak genap dua puluh cucu adam

Sepekan mampir sekali sekejap

Perkara ibadah jumat

Terngiang khotbah tersiar percuma

Tumpah berceceran

 

          Tidak genap sepuluh kaum

          Menyentuh beranda dalam benaknya

          Melunasi lima waktu persembahyangan

 

Sungguh jaya hari raya

Sudut ke sudut menjaring

Penjudi, pemabuk, pegawai

Dan kacong-kacong negeri

Hentakan kakinya berbondong-bondong

Memenuhi shaf suci dalam beranda

 Rupanya, hatinya putih sehari

Kembali berdebu lalu abu-abu

Menggumpal jadi titik hitam

 

               Mantra apa ini?

               Sihir ala pelet iblis

               Mengkafirkan yang kafir

 

Kalau ada jahannam putih

Hadiahkan untuk si iblis

Biar tenang hidupnya

Tidak !

Nyatanya tidak !

Jahannam tetaplah merah

 

                Andai beranda itu bercerita

                “ Akulah beranda sang Khalik

                Rumah tak bertuan milik Tuhan

                Pengap harap menanti hamba

                Yang menggenang asmaNyaPuisi-1

                Disepanjang hamparan sajadah

                Menggelar kemenangan dijidatnya

                Tidak ! aku tetap kosong

                Sampai saat aku rebah ambruk

                 Lalu mati bersama hati-hati yang mati “

 

 

Penulis : Nurfajri

Mahasiswa jurusan PPKn FIS UNM

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments