
Makassar, Inspirasimakassar.com:
Walaupun belum mendapat suntikan dana dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, tapi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Simpurusiang telah memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Pemda Lutra, walaupun nilainya masih kecil.
Plt Direktur Perumda Simpurusiang, Ir H Abd Mahfud membenarkan adanya kontribusi PAD bagi Pemda Lutra. ” Alhamdulilah, Tahun ini kami telah berkontribusi menyumbang PAD, walaupun perenyertaan modal dari APBD ke Purmda belum ada, ” ujar Abd Mahfud, Senin, 1 Desember 2020.
Namun demikian, tahun ini pihaknya telah mengajukan bantuan modal dari APBD Luwu Utara dalam rangka pengembangan usaha, dimana sebut Mahfud tahun 2021 ada tiga pengrmbangan usaha yang akan dilakukan, pertama Jual Beli Pasir sungai, pedagangan umum berupa pemasaran gula pasir, dan UMKM.
” Usahan itu yang kami rencanakan, tentunya pengelolaan Transportasi Cargo Bandar dari Masama ke Rampi dan Seko tetap berjalan, ” tandas Mantan Sekda tersebut.
Nah sial Cargo Bandara ini, sebut Mahfud, pihanya baru-baru ini mendapat penghargaan dari Kementerian Perhubungan sebagai pengelolah Cargo bandara Perintis terbaik Nasional. Perumda Lutra mendapat nilai plus, karena selain membawa Cargo wilayah terpencil, Ia juga membawa pulang barang atau hasil pertanian warga terpencil untuk dijual di Kota Masamba.
” Sejak keberadaan Cargo perintis ini, harga kebutuhan pokok di Rampi dan Seko sudah lebih murah, begitu juga harga hasil petanian warga di dua Kecamatan melonjak naik, cintohnya saja beras rampi dan seko biasnya hanya dihargai Rp 4.000 per kg, skarang naik menjadi Ro 8.000, bahkan kadang mencapai Rp 10.000, inilah yang menjadikan kami mendapat penilaian tetinggi, berbeda dengan Cargo perintis yang lain, hanya membawa barang ke wilayah terpencil lalu pulang kosong, “pungkasnya.
Mafud menambahkan bahwa pihaknya juga akan mendapat bantuan pengolahan pupuk Kompos dari Kemendag, ternasuk dari Pemerintah Provinsi.(mah)




