
Makassar, Inspirasimakassar.com:
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar kolaborasi Yayasan Darul Hikmah Makassar, menggelar khitanan massal kepada 100 anak kaum dhuafa. Khitanan yang berlangsung di Sekolah Dasar Islam Darul Hikmah, Jalan Abubakar Lambogo Lorong 10/8, Kecamatan Makassar itu juga diikuti tiga anak non muslim.
Ketiga anak non muslim pada sunatan massal yang juga dihadiri Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, dan Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar (Ahmad Taslim, H.Jurlan Em Saho’as, dan Waspada Santing) itu masing masing Kristianus Yerico Oktavianto dan Krispinus Surya Rezky Putra (adik-kakak)-warga Villa Mutiara Utama, serta Brayen, warga Jalan Andi Pettarani VI.
Wakil Ketua III BAZNAS Kota Makassar, H.Waspada Santing dikonfirmasi mengemukakan, khitanan yang berlangsung, Sabtu, 16 Juli hari ini, merupakan program tahunan dari lembaga pemrintah nonstruktural yang beralamat di Jalan Teduh Berinar, Kecamatan Rapocini.
“Untuk tahun ini, BAZNAS Kota Makassar memprogramkan khitanan kepada 1000 anak dari keluarga dhuafa. Dan, di Sekolah Dasar Islam Darul Hikmah ini merupakan khitanan ke empat BAZNAS. Tahun 2021 lalu, BAZNAS menyunat 500 anak,” tuturnya.
Waspada Santing menyebutkan, khitanan massal gratis dengan mendatangkan tenaga medis profesional dari Klinik BAZNAS Medika BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan dipimpin Dr.dr.HM.Khidri Alwi (Ketua BAZNAS Sulsel).
Menurutnya, BAZNAS selalu berada di tengah tengah warga , utamnya kaum dhuafa di ibukota yang dipimpin Muh Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi ini.
“Artinya, kehadiran BAZNAS Makassar di tengah tengah kaum dhuafa untuk mengangkat mereka agar lebih baik. Semakin banyak BAZNAS membantu masyarakat kurang mampu, apalagi, dalam kegiatan khitanan massal kali ini, selain gratis, anak anak juga mendapat bingkisan sarung dan uang tunai. Seluruh biaya yang dikeluarkan BAZNAS, tentunya diperoleh dari donasi para Muzakki, atau orang orang kaya. Semuanya dana yang digunakan sesuai peruntukan, dan tepat sasaran,” tambahnya.
Menyinggung khitanan di Sekolah Islam Darul Hikmah yang juga diikuti anak non muslim, Waspada Santing mengaku, sunatan itu adalah pengangkatan preputium, atau kulit yang menutup kulup penis. Dari sisi medis, banyak manfaat yang bisa didapatkan orang yang menjalani khitan. Misalnya, mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular seperti human papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular lainnya, seperti herpes atau sifilis.
“Mungkin karena saudara saudara kita non muslim itu tahu persis kalau dari segi kesehatan, khitanan itu sangat bermanfaat, khususnya dari segi kesehatan. Dan, khitahan yang dilaksanakan BAZNAS sudah beberapa kali diikuti anak anak non muslim. Di antaranya di Lanud Hasanuddin beberapa waktu lalu,” tutur beberapa waktu lalu.
Pernyataan senada dikemukakan salah seorang orang tua anak non muslim yang dikhitan. Dia menambahkan, sangat bersyukur karena ada khitanan di sekolah Islam yang sudah terakreditasi ini. “Saya bersyukur karena bisa diterima anak saya khitan di sini. Awalnya, kami ragu, tetapi diterima baik oleh panitia untuk diikutkan dalam khitanan gratis ini,” tutur ibu muda dua orang anak itu.
Dia menambahkan, selain dirinya yang senang, anak anak mereka juga sangat kepingin untuk dikhitan. “Jadi, selain kami, anak saya setuju untuk dikhitan urainya, seraya menambahkan, sejak pagi, anaknya sudah memintanya untuk diantarkan ke lokasi khitanan.
Seperti diketahui, khitanan massal ini menggunakan metode laser. Metode ini tentunya mahal, yakni Rp1.500.000 hingga Rp2 juta per orang. Tetapi, orang tua tidak perlu membayar, karena ada donasi dari para Muzakki, maupun lembaga yang dikenai kewajiban membayar zakat, atas kepemilikan harta yang telah mencapai nisab, dan haul. Nah, di antara dana tersebut kemudian oleh BAZNAS menyalurkannya dalam bentuk sunatan massal, bagi anak keluarga dhuafa.
Tim BAZNAS yang diturunkan dalam khitanan massal gratis kali ini terdiri dari Astin Setiawan, Mudassir Idrus, Darmawati, Fitriany Ramli, Dian Pertiwi, Ahmad Kamsir, Muh.Irfan, dan Syarifuddin pattisahusiwa. (din pattisahusiwa)