Kamis, Januari 29, 2026
Google search engine
BerandaEkonomiBaru Tiga Bulan Bisnis Belut Efendy Masulili Omzetnya Lumayan

Baru Tiga Bulan Bisnis Belut Efendy Masulili Omzetnya Lumayan

 

belut

Belut. Hewan air tawar  yang satu ini digemari karena rasa dagingnya gurih dan aman dikonsumsi anak-anak hingga orang dewasa. Dagingnya juga dipercaya menambah vitalitas. Selain di rawa-rawa, hewan air ini banyak ditemukan di sawah atau sungai. Lantaran peminatnya cukup banyak.

Budidaya belut belakangan semakin digandrungi. Maklum, selain tingginya permintaan pasar, budidayanya juga tidak sulit. Hal utama yang mesti diperhatikan adalah pemberian pakan.

Dengan pakan alami, belut lebih cepat dipanen. Jika diberi pakan buatan, belut dipanen dalam waktu enam hingga tujuh bulan sejak dipelihara. Kecukupan pakan juga harus diperhatikan. Sebab, bila jumlahnya kurang bisa menyebabkan kanibalisme.

Untuk metode budidayanya sendiri ada dua cara. Yakni, menggunakan media kolam lumpur dan bubu bambu di sawah.  Langkah pertama menyiapkan kolam cukup berdiameter 2×5 meter sudah bisa menampung 50 kg bibit belut.

Efendy Masulili misalnya. Warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Moilong, Kabupaten  Banggai, Sulawesi Tengah ini mengaku baru membangun bisnis hewan air tawar yang masuk dalam kelompok ikan berbentuk ular ini, tiga bulan lalu.

Menurutnya, ide bisnis belut berawal dari permintaan Aji G Laksono, rekannya di Jakarta. Belut-belut tersebut kemudian dikirim menggunakan kargo dari Bandar Udara, Syukran Aminuddin Amir Luwuk. Dari Jakarta, Aji nantinya mengirimnya ke Singapura.

“Dalam seminggu biasanya lima kali saya kirim ke Jakarta. Sekali kirim 30 km hingga 100 kg,” ujar anak ke empat dari tujuh bersaudara ini, seraya menambahkan, untuk sementara dia hanya menggunakan satu kolam penampungan.

Pria kelahiran 53 tahun silam ini mengakui, yang paling disukai adalah belut warna hitam. Belut-belut itu biasanya dijual para petani yang mereka dapat baik dari pinggiran sawah maupun sungai. Soal omzet, Efendy Mesulili enggan menjelaskan secara detil. Yang pasti, lumayan.

“Soal rencana ke depan, saya akan menambah satu kolam penampungan lagi,” tutur pria yang telah melanlang buana disejumlah daerah dalam urusan bisnis ini.

Kunci sukses dalam budidaya belut adalah ketersediaan pakan. Media tanah harus berisikan bibit-bibit cacing atau ikan-ikan kecil. Pemberian pakan untuk belut juga bisa dilakukan dengan menambahkan pelet, keong atau bekicot.

Bagi Anda yang tertarik mengikuti jejak keberhasilan Efendy Masulili, tidak ada salahnya jika Anda mencoba untuk membudidayakan belut dalam kapasitas kecil terlebih dahulu. Budidaya belut dengan modal kecil dapat dilakukan dengan drum, namun bisa juga menggunakan kolam terpal maupun kolam dengan lantai semen.

 

 

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments