Makassar, Inspirasimakassar,id:
Di tengah dinamika Kota Makassar yang bergerak cepat, nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas kembali menemukan titik temunya pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 2026. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, H. Usman Sofian ambil bagian dalam momentum bersejarah ini. Ia membawa pesan mendalam tentang pentingnya merefleksikan akhlak Rasulullah dalam konteks pengelolaan zakat masa kini.
Kehadiran Usman Sofian di Pondok Pesantren MDIA Bontoala Makassar, Sabtu 29 Agustus 2026 itu tidak semata memenuhi undangan seremonial, Maulid Nabi, melainkan dijadikan sebagai refleksi spiritual untuk memperkuat komitmen keumatan, khususnya dalam menebar kasih sayang dan kepedulian sosial—dua hal yang menjadi esensi utama ajaran Nabi Muhammad SAW.
Usman Sofian mengaku, Rasulullah SAW dikenal bukan hanya sebagai pemimpin spiritual, tetapi juga sebagai pelopor keadilan sosial dan pembela kaum duafa. Semangat inilah yang terus dihidupkan BAZNAS Makassar dalam menjalankan roda lembaga pemerintah nonstruktural di kota berpenduduk lebih 1,5 juta jiwa ini.
Ia juga mengingatkan kembali bahwa, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS saat ini merupakan instrumen modern dari semangat hijrah dan ukhuwah yang dicontohkan Rasulullah—sebuah jembatan kasih antara si kaya dan si miskin.
H. Usman Sofian juga memaparkan program-program BAZNAS Makassar yang sementara berjalan, yaitu Makassar Peduli untuk bantuan sosial kemanusiaan, Makassar Cerdas untuk bantuan pendidikan, Makassar Sehat untuk bantuan kesehatan, Makassar Makmur untuk bantuan ekonomi dan Makassar Taqwa untuk bantuan program keagamaan dan dakwah.
“Program-program BAZNAS Makassar tersebut relevan atau sejalan dengan program strategis Pemerintah Kota Makassar dibawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham yang mengharapkan agar program memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang kurang mampu,” tutup Uso—sapaan akrabnya. (din pattisahusiwa/tim media baznas makassar)




