Makassar, Inspirasimakassar,id:
Bencana tidak pernah mengumumkan kapan ia datang. Tugas kita, termasuk di dalamnya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Makassar adalah memastikan bahwa, saat bencana, kita sudah berada di lokasi kejadian, dan siap memberikan bantuan. Kita berkeyakinan bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan menjadi terang di tengah kegelapan masa-masa sulit.
Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr. H. Usman Sofian, MA di sela sela Apel Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten/Kota tahun 2026 di Anjungan MNEK CPI, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Selasa, 14 Juli 2026 pagi. Turut hadir Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Abd. Azis Ilyas, S.Ag, MH.
Kehadiran pimpinan lembaga pemerintah nonstruktural beralamat di Jalan Terduh Bersinar No 5 Makassar pada apel dipimpin Walikota Makassar, Munafri Arifuddin, SH, itu tidak semata formalitas, melainkan merupakan sinyal tegas bahwa zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berhenti pada bantuan ekonomi, namun juga bertransformasi menjadi kekuatan kemanusiaan pada saat-saat kritis. Salah satunya bencana.
Usman Sofian mengemukakan, dalam pandangan BAZNAS, musibah apapun adalah ujian bagi seluruh elemen, termasuk didalamnya BAZNAS. Karena itu, saat bencana terjadi, kelompok masyarakat rentan—para mustahik—seringkali menjadi pihak yang paling terdampak.
“Karena itulah, keterlibatan BAZNAS Makassar dalam apel siaga seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar menjadi bukti nyata hadirnya lembaga zakat sebagai pilar pendukung pemerintah dalam manajemen penanggulangan bencana secara terpadu,” tuturnya, seraya mengakui di BAZNAS Makassar juga memiliki tim BTB (BAZNAS Tanggap Bencana) dibantu relawan tanggung.
Doktor asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini menambahkan, apel kesiapsiagaan ini pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa solidaritas BAZNAS Makassar tidak pernah luntur. Kehadiran BAZNAS pada apel kesiapsiagaan bencana kali ini memberikan semangat baru bahwa, di balik setiap bencana yang mengintai, ada tangan-tangan yang siap membantu. Ada hati yang siap berbagi, dan ada sistem yang siap bekerja demi keselamatan bersama. (din pattisahusiwa/tim media banzas makassar)




