Jumat, Januari 30, 2026
Google search engine
BerandaBeritaCerita Wulan Guritno Soal Sulitnya Ajarkan Anak Berpuasa

Cerita Wulan Guritno Soal Sulitnya Ajarkan Anak Berpuasa

Wulan Guritno (dok. foto konfrontasi.com)
Wulan Guritno (dok. foto konfrontasi.com)

INSPIRASI Makassar.com, Jakarta – Sebagai ibu tiga anak, Wulan Guritno mengalami kesulitan mengajari anak bungsunya, Jeremiah Alric Dimitri soal puasa. Maklum saja, El (panggilan untuk anak bungsunya) masih berusia lima tahun.

Wulan mengaku cukup kelabakan untuk memberikan penjelasan kepada El. Terlebih lagi, El dan sang kakak, London Abigail Dimitri bersekolah di sekolah Internasional.

“Banyak pertanyaan yang kadang kita bingung harus jawab gimana. Kaya dia tanya, kenapa kita harus nggak makan nggak minum, kita bisa mati nanti,” curhat Wulan ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Senin (6/6/2016).

“Jadi aku jelasin, kita Islam harus puasa guna melatih kita sebagai manusia. Menghormati teman-teman yang kurang mampu. Nabi juga melakukan gitu,” lanjutnya.

Beruntung, El bisa mengerti dan mau menjalankan puasa. Namun, ini bukan kali pertama El mengajukan pertanyaan soal agama.

Pernah suatu hari, El bertanya pada Wulan mengapa dirinya salat. Bahkan, saat bintang film ‘Gie’ itu sedang salat, El pernah menarik mukenanya.

“Kaya anak-anak bule gitu, ‘Mom what are you doing?'” ucap Wulan menirukan perilaku sang anak.

Menyelesaikan masalah tersebut, Wulan dan suami mengajarkan langsung soal agama Islam. Tidak ketinggalan, Wulan juga memanggil guru agama ke rumah.

“Sekarang pelan-pelan mereka mengerti tentang muslim, jadi harus diajarkan terus. Makannya saya dan Dimitri mau ada guru ngaji,” tandasnya.(dtc)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments