Kamis, Januari 1, 2026
Google search engine
BerandaBeritaBAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Beras kepada Petugas Kebersihan  Kecamatan Wajo

BAZNAS Makassar Serahkan Bantuan Beras kepada Petugas Kebersihan  Kecamatan Wajo

Camat Wajo Nimrod Sembe, (kiri) menyerahkan bantuan baznas makassar

Makassar, Inspirasimakassar.id:

Sebanyak 273 petugas kebersiahn Kecamatan Wajo, menerima bantuan beras dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar.  Bantuan beras premium itu diserahkan secara simbolis pimpinan BAZNAS Kota Makassar diwakili Kabag II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Nabil Salim, di halaman Kantor Kecamatan Wajo, Kamis, 21 Maret 2024.

Penyerahan beras tersebut turut disaksikan Camat Wajo, Drs.Nimrod Sembe,S.Sos,MM, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesra Wajo, Apriani Purnawati,S.Stp, serta sejumlah staff.

Camat Wajo, Drs.Nimrod Sembe,S.Sos,MM  mngemukakan, mewakili seluruh petuags kebersihan, dirinya menyampaikan ungkapan syukur, lantaran para pejuang  kebersihan di kecamatan yang dipimpinnya mendapat bantuan beras dari BAZNAS Kota Makassar.

“Saya berharap, penerima bantuan ini tidak menilai seberapa besar yang diterima, tetapi lihatnya masih ada yang mau peduli untuk memberikan bantuan. Karena itu, mewakili seluruh petugas kebersihan di Kecamatan Wajo ini, kami menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada BAZNAS Kota Makassar,” tuturnya.

Nimrod Sembe menambahkan, bantuan yang diberikan BAZNAS Kota Makassar sangat tepat. Sebab, saat ini, para pekerja kebersihan menjalani ibadah puasa, sehingga mereka sangat membantu.

““Kita ketahui bersama, sebenarnya para petugas kebersihan ini adalah pejuang, khususnya di bidang kebersihan. Mereka selain layak diperhatikan, juga patut menerima penghargaan. Karena itu, kami juga mengharapkan, pada momen lain, BAZNAS juga dapat memberikan bantuan di Kecamatan Wajo ini,” harapnya.

Sementara menurut Nabil Salim mewakili pimpinan BAZNAS Kota Makassar, keseluruhan bantuan yang disalurkan lembaga pemerintah nonstruktural yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar nomor 5 Makassar itu sebanyak 50 ton, yang terbagai dalam 5000 paket beras.

Ke-5000 paket beras ini jika diuangkan, berjumlah Rp750 juta. “Jadi keseluruhan beras ini diberikan kepada seluruh petugas kebersihan dan pekerja rentan di seluruh  kecamatan di Makassar ini,” ujarnya didampingi dua pelaksana tugas BAZNAS, Ahmad Kamsir dan Syarifuddin Pattisahusiwa.

Nabil Salim menyebutkan, parhatian BAZNAS Makassar kepada petugas kebersihan di kota yang dipimpin Moh.Ramdhan Pomanto ini . Mengapa? Ya, lantaran petugas kebersihan menjadi ujung tombak masalah persampahan. Malah, buah dari loyalitas yang tinggi,  dan konsisten bekerja dari ‘pendekar’ di bidang kebersihan inilah, menjadikan Kota Makassar meraih piala Adipura tahun 2024 ini.

Di bagian lain Nabil Salim menyebutkan,  keseluruhan biaya yang dibutuhkan untuk penyediaan 50 ton beras yang disalurkan ke petuga skebersihan ini berasal dari ASN dan guru muslim di Kota Daeng ini. Para ASN muslim telah memberikan kepercayaan dan amanah, utamanya menyangkut zakat profesi  sebesar 2,5 persen kepada BAZNAS Kota Makassar.

“Selain ASN dna guru muslim, zakat, infak, dan sedekah juga diberikan berbagai elemen dan lembaga. Di antaranya jajaran Polres Pelabuhan Makassar, jajaran Perusahaan Daerah se Kota Makassar, hingga UPZ Masjid dan perorangan,” tambahnya.

Seperti diketahui, baik zakat, infak, dan sedekah, atau ZIS yang dikeluarkan ke lembaga amil terpercaya, yakni BAZNAS Kota Makassar tidak kemudian menjadikan pemberi zakat itu merugi, atau hartanya berkurang. Malah, jika dikeluarkan secara ikhlas akan mendatangkan rezeki yang lebih besar.

Sebab, zakat adalah rukun Islam ketiga, yang wajib ditunaikan setiap umat muslim. Ini sebagai wujud ketaatan terhadap Allah SWT, sekaligus sarana dalam menyetarakan keadilan pendapatan di kalangan ummat Islam. Zakat juga, merupakan rasa syukur seseorang kepada Allâh.

Ummat Islam, khususnya ASN Islam, tidak perlu meragukan, atau mempertentangkan zakat profesi. Pasalnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa tentang zakat profesi,  tepatnya, 7 Juni 2003 lalu. Malah, jauh sebelumnya, yakni  pada kongres zakat internasional pertama di Kairo, Mesir, pada  tahun 1984 para ulama dunia telah mufakat, zakat profesi wajib hukumnya.

Zakat profesi di antaranya meliputi pendapatan seperti gaji, honorarium, upah, jasa, dan lain-lain yang diperoleh secara halal yang diperoleh secara rutin oleh  pejabat negara, pegawai atau karyawan, maupun tidak rutin seperti dokter, pengacara, konsultan, dan sejenisnya, serta pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan bebas lainnya.

Jenis zakat ini  juga dimunculkan dari pandangan berbagai pakar fikih terkemuka. Syekh Muhammad al-Ghazali misalnya menyebut, zakat ini wajib dikeluarkan. Argumentasinya merujuk pada surah al-Baqarah 267 yang berlaku umum. Secara logika, bila seorang petani saja dibebankan berzakat, seyogianya zakat profesi pun diwajibkan.

Selain bantuan beras kepada petugas kebersihan, BAZNAS Kota Makassar juga memiliki sederet program unggulan. utamanya di bidang kesehatan, kemanusiaan, dakwah dan advokasi, serta ekonomi.

Kelima program ini, tidak boleh keluar dari delapan golongan penerima. Yakni, fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil. Dan tentunya, dalam menjalankan program kerja tahunan, wajib hukumnya  BAZNAS berpegang teguh pada tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

Aman Syar’i, yakni, pengelolaan zakat harus selaras dengan koridor hukum syar’i. Yaitu tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, Al-Quran dan Sunnah. Aman regulasi, dimaksudkan, pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perundang-undangan.

Sedangkan, Aman NKRI, adalah, pengelolaan zakat di BAZNAS setidaknya, lebih mempererat persaudaraan, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas, dan menjauhkan diri dari terorisme, demi menjunjung tinggi dan menegakkan NKRI. (din pattisahusiwa)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments