Jumat, Januari 30, 2026
Google search engine
BerandaBeritaNarkoba Lebih Berbahaya Dari Terorisme

Narkoba Lebih Berbahaya Dari Terorisme

Ketua MPR, Zulkifli Hasan (Foto:ROI)
Ketua MPR, Zulkifli Hasan (Foto:ROL)

INSPIRASI Surakarta — Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menegaskan Indonesia berada dalam darurat narkoba. Bahkan, bahaya narkoba saat ini dinilai sudah mengalahkan bahaya dari tindak pidana terorisme. Sebab, dalam sehari, sekitar 40 hingga 50 orang meninggal dunia akibat terpapar narkoba.

“Mengalahkan terorisme, teroris sekali-kali, pecandu sehari bisa 40 hingga 50 orang yang meninggal,” tutur Zulkifli di sela Safari Kebangsaan Merajut Kebhinekaan di Surakarta, Selasa (10/5/2016).

Zulkifli mengatakan, dalam rilis yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia menempati urutan pertama negara tujuan peredaran narkoba. Ternyata hal itu memang terjadi di Indonesia. Sebab berdasarkan temuan Badan Narkotika Nasional (BNN), memang yang disita sangat banyak.

Misalnya, temuan soal narkoba jenis sabu-sabu seberat lima ton, atau jutaan pil ekstasi. Hal ini membuat pecandu narkoba saat ini sebanyak enam juta orang.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, kondisi darurat narkoba ini memiliki turunan yang juga sangat berbahaya. Sebab, narkoba memiliki turunan ke minuman beralkohol kemudian ke pornografi maupun kejahatan lainnya.

Akibat paling terlihat dari bahaya narkoba dengan turunannya ini terjadi di Rejang Lebong, Bengkulu. Seorang remaja bernama Yuyun diperkosa dan dibunuh oleh 14 orang yang masih berusia muda.

Menurut dia, seluruh masyarakat Indonesia harus kembali meletakkan Pancasila sebagai solusi. Kalau seluruh rakyat memegang teguh empat pilar konsensus MPR RI, maka dapat menangkal peredaran dan konsumsi narkoba. Selain itu, sebagai negara mayoritas Muslim, seharusnya Indonesia kembali pada ajaran agama dan budayanya masing-masing.

“Kalau kehidupan kita sesuai dengan Pancasila tentu hal ini tidak terjadi,” tegasnya

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments