Kamis, Januari 1, 2026
Google search engine
BerandaBeritaBAZNAS Luwu Berguru ZIS di BAZNAS Makassar

BAZNAS Luwu Berguru ZIS di BAZNAS Makassar

Makassar, Inspirasimakassar,com:

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menjadi inspirator, sekaligus barometer BAZNAS kabupaten/kota lainnya di tanah air. Kamis, 29 Desember hari ini misalnya, BAZNAS Kabupaten Luwu melakukan kunjungan ke BAZNAS Kota Makassar. Rombongan diterima Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Ahmad Taslim dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H.Jurlan Em Saho’as.

Ketua BAZNAS Luwu, Andi Agung Nas,S.Kom, mengemukakan, kedatangannya bersama rekan rekannya ke BAZNAS Makassar, tidak lain  lantaran berbagai program BAZNAS Makassar telah “merangsang” mereka untuk berguru.

Menurutnya, tujuan lain dari kunjungan ini, dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia di BAZNAS Luwu, khususnya berkaitan dengan peningkatan optimalisasi pengumpulan dan pendistribusian, termasuk pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Termasuk, kiat sukses menjalankan roda organisasi di  lembaga pemerintah nonstruktural  beralamat di Jalan Teduh Bersinar Nomor 5, Kecamatan Rappocini di kota yang dipimpin Moh.Ramdhan Pomanto dan Fatmwati Rusdi ini.

Cenderamata dari BAZNAS Kota makassar

“Bagi kami, BAZNAS Kota Makassar terkenal dan dikenal luas. Karena itu, kami datang ke sini untuk berguru. Kami mau belajar lebih banyak lagi, sekaligus menggali potensi zakat, infak, dan sedekah. Kami berterima kasih, karena BAZNAS Makassar bisa berbagi potensi zakat tersebut secara terbuka,”  tutur Andi Agung Nas.

Sebenarnya, demikian Andi Agung Nas, potensi ZIS di Luwu besar. Hanya saja, belum terkelola  dengan baik. Karena itu, kunjungan ke BAZNAS Kota Makassar akan menjadi magnit, kemudian nantinya dikemas lebih mendetil, agar  bisa diterapkan di BAZNAS Luwu.

Pernyataan senada, dikemukakan Wakil Ketua III BAZNAS Luwu, Drs.Ismail Ibrahim, serta Sekretaris BAZNAS Jasbil Asiz.

Baik Ahmad Taslim, maupun H.Jurlan Em Saho’as, keberhasilan BAZNAS Makassar, tidak lain lantaran tekad yang kuat seluruh komisioner, bersama  staff pelaksana di BAZNAS Makassar.

Termasuk, melibatkan seluruh komponen, utamanya pemerintah Kota Makassar, berbagai lembaga pemerintah, termasuk  masyarakat, dan tentunya para muzakki.

Keduanya juga mengurai, setelah dilantik Walikota Makassar, April 2021 lalu, berbagai program kerja dilaksanakan dengan baik. Di antaranya, bantuan bulanan bagi 70 orang fakir miskin, beasiswa, sunatan massal gratis.

Program lainnya, Saudagar Tangguh Baznas yang dikemas dalam bentuk Bantuan Operasional Dhuafa Produktif. Bantuan Opersional Dhuafa Produktif ini, setidaknya karena  kebanyakan pelaku UMKM, kurang memiliki kemampuan atau kecakapan untuk meningkatkan produktivitas. Malah, masih ada pelaku ekonomi kecil ini menjatuhkan pilihan kepada rentenir. Akibatnya, keuntungan mereka dihabiskan untuk membayar utang ke rentenir.

“Salah satu jalan meningkatkan dan mengangkat pelaku UMKM, maka  BAZNAS Kota Makassar menghadirkan program Bantuan Operasional Dhuafa Produktif tersebut. Kami meyakini, program ini dapat  membangkitkan  pelaku ekonomi ummat, sekaligus dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri layaknya Saudagar Tangguh. Hanya saja, para penerima harus melalui proses asesemen,” ujar  Jurlan Em Saho’as.

Jurlan yang juga jurnalis ini menambahkan, BAZNAS Makassar tidak sekadar memberikan bantuan operasional tersebut, melainkan mendampingi penerima dalam hal, memanej agar usaha mereka berkembang. Program lainnya adalah, memberikan beasiswa bagi kaum dhuafa mulai SD, SMP, MIN, MTsN, MAN, hingga S1.

“Untuk tahun ini (2022) BAZNAS Makassar menyunat secara gratis 1000 anak dari keluarga mustahik. Selain gratis, anak anak yang disunat juag diberikan sarung dan biaya transpor. Dan, pembagian makanan bergizi di kantong kantong kemiskinan, utamanya di emperan emperan jalan dan emperen toko. Termasuk di perkampungan kumuh, setiap jumat,” urai H.Jurlan.

Ahmad Taslim menambahkan, keunggulan lain BAZNAS Makassar, selain PNS muslim se Kota Makassar yang jumlahnya lebih 10.000 orang ber-ZIS di BAZNAS, juga  UPZ Masjid . Jumlahnya pun besar, lebih 13.000 buah.

Jurlan menambahkan, dalam menjalankan amanah, maka BAZNAS tidak  boleh main main dalam hal zakat. Baznas mengetahui betul para mustahik seperti diisyartakan dalam 8 golongan atau asnaf. Yakni, fakir, miskin, riqab atau biasa disebut sebagai hamba sahaya, gharim– orang yang memiliki hutang dan kesulitan melunasinya, mualaf, yaitu orang yang baru memeluk agama Islam untuk merasakan solidaritas. Termasuk, fiisabilillah– pejuang agama Islam, ibnu sabil– orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan jauh, serta amil– orang yang menyalurkan zakat.  (din pattisahusiwa)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments