
Makassar, Inspirasimakassar.com:
Isa (46) Ibu rumah tangga dengan enam orang anak ini merupakan warga KecamatanTallo adalah peserta JKN-KIS dari segmen PBI. Isa dengan senang hati bercerita pengalamannya melahirkan menggunakan JKN-KIS Kamis (21/04).
Proses dan tahapan melahirkan normal, tidak semenakutkan yang dibayangkan. Dimana dapat melahirkan normal merupakan cita-cita bagi banyak ibu yang sedang mengandung. Namun apabila melahirkan di usia yang tidak lagi muda memiliki resiko tersendiri dan harus dipantau langsung oleh tenaga medis.
“Saya pernah dirawat di rumah sakit itu terakhir tahun 2016 selama tiga hari karena melahirkan anak keenam. Alhamdulillah melahirkannya normal tapi karena usia yang tidak lagi muda makanya dirawat beberapa hari di rumah sakit.” tutur Isa.
Biasanya melahirkan normal ini optimalnya akan terjadi sejak usia kandungan 38 minggu. Saat menuju kelahiran, tubuh ibu secara alami akan memberikan jalan keluar untuk melahirkan bayi dengan cara normal. Maka itu, ketika memasuki masa akhir kehamilan, yakni di trimester ketiga, dokter biasanya akan menyarankan untuk lebih berhati-hati dan peka dengan tanda-tanda melahirkan.
“Mungkin karena sudah kelahiran anak keenam jadi tidak lagi panic sudah pengalaman. Periksa juga di Puskesmas cuma pada saat ada keluhan kehamilan saja. Tapi malam itu tiba-tiba kontraksi dan keluar air ketuban. Jadi karena mendadak langsung dibawa masuk ke rumah sakit sama suami.” terang Isa.
“Di UGD itu kata dokter pembukaannya sudah lengkap jadilangsung dipindah ke ruang persalinan, suami hanya menyerahkan saja kartu JKN-KIS yang diminta oleh perawat. Tidak ada hambatan alhamdulillah pada saat melahirkan. Meski dokter sempat khawatir karena tau usia saya waktu itu sudah masuk 40 tahun. Suami juga sempat takut masalah biaya persalinan tambahan tapi perawat menjelaskan karena saya peserta JKN-KIS semuanya akan gratis.”ungkap Isa.
Tanda-tanda melahirkan normal setiap wanita bias berbeda-beda antara satu dan lainnya. Umumnya saat menjelang kelahiran tubuh akan mengalami sakit atau ketidaknyamanan di sekitar bagian punggung, perut bagian bawah, ada tekanan pada panggul. Berbeda dengan kontraksi persalinan palsu, kontraksi persalinan yang sesungguhnya tidak akan hilang ketika berganti posisi, bersantai, atau bahkan berjalan-jalan.
“Saya dan suami sangat bersyukur menjadi peserta JKN-KIS terlebih kami ditanggung oleh pemerintah, masuk di rumah sakit bermodalkan kartu saja sudah dapat pelayanan memuaskan dan tidak ada kesulitan apapun sampai sehat dan dipulangkan beserta bayinya.” jelas Isa.
“Semoga JKN-KIS dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang kurang mampu seperti saya, agar kami dapat merasa diperhatikan oleh pemerintah.” tutup Isa. (tiara)




