Jumat, Januari 30, 2026
Google search engine
BerandaBeritaPeringati Nuzulul Quran, Kakanwil Depag Minta Umat Perbanyak Literasi

Peringati Nuzulul Quran, Kakanwil Depag Minta Umat Perbanyak Literasi

Makassar, Inspirasimakassar.com:

Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulsel, bekerjasama Masjid Al-Markaz Al Islami Kota Makassar, memperingati Nuzulul Quran. Peringatan peristiwa turunnya kitab suci ummat Islam ini, usai salat tarwih, Senin, 18 April, 2022.

Sekalipun dihadiri ratusan jamaah, namun tetap menjaga jarak. Hal ini untuk tetap menjaga agar tidak terjadi kerumunan. Acara ini, hanya diisi dengan mengaji bersama, sambutan Ketua Yayasan, Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel dan Hikmah Nuzulul Quran.

Selain Jemaah, hadir pula Pengurus Yayasan Al Markas Al Islami, sejumlah tokoh agama (ulama), pejabat Pemprov, unsur Forkopimda Sulsel dan Pemkot Makassar, serta Pengurus DWP Kemenag Sulsel.

Ketua Yayasan Masjid Al- Markaz Al Islami, Basri Hasanuddin mengatakan, peringatan malam Nuzulul Quran ini, memiliki banyak hikmah.

“Kita bisa mengambil banyak hikmah pada malam ini, tentang turunnya Al-Quran. Ayat pertama yang pertama kali turun yaitu Iqra, lalu turunya secara bertahap, selama 22 tahun, 22 hari, dan 22 jam, yang menghasilkan 30 juz dan 6666 ayat,” jelasnya.

Memperingati malam Nuzulul Quran ini penting dilakukan, karena para peneliti telah membuktikan bahwa, kitab suci yang paling sejalan dengan pengetahuan adalah ayat suci Al-Quran.

Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel, H. Khaeroni dalam sambutannya menyampaikan, Nuzulul Quran merupakan tonggak sejarah 15 abad yang lalu. Dimana wahyu pertama diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.

Wahyu pertama yang turun dari Allah SWT kepada Muhammad SAW adalah perintah membaca (Iqra’) di Surah Al Alaq, sedangkan wahyu kedua (Surah Al Mudatsir) mendeskripsikan kondisi fisik dan psikhis Rasulullah SAW pasca menerima wahyu pertama.

Di antara hikmahnya adalah, Allah memerintahkan umat Islam dan umat manusia, agar memperbanyak literasi (mengkaji), agar bisa segera bangkit dari keterpurukan dan keterbelakangan. Di kitab suci Al Quran ada lebih 750 ayat yang berbicara dan membahas soal sains dan rahasia alam semesta, hanya sekitar 150 ayat yang bicara tentang fiqh.

“Karenanya, salah satu hikmah Nuzulul Quran ini adalah bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenis yang tujuannya untuk memperbaiki Iman, Islam, Ihsan dan yang tak kalah pentingnya bagaimana mendorong agar sistem pendidikan kita bisa mewujudkan ukhuwah Islamiyah, basyariyah dan ukhuwah insaniah,’’ papar Khaeroni.

Sementara yang bertindak sebagai penceramah yaitu, Kamaluddin Abu Nawas, dengan tema Hikmah Nuzulul Quran.

Dalam ceramahnya, ia mengatakan, Al Quran adalah satu-satunya mukjizat yanh tidak hilang setelah sepeninggalan Nabinya. Berbeda dengan mukjizat lain, jika pembawanya meninggal, maka mukjizatnya juga akan hilang,” jelasnya.

Menurutnya, Al Quran bahkan tetap mengikuti perkembangan zaman.
“Makanya hingga saat ini, hingga detik ini, tidak ada satupun makhluk Allah, yang bisa membuat sesuatu yang menyamai Al-Quran,” pungkasnya.

Di kesempatan itu juga, Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel menyerahkan piala dan hadiah kepada para pemenang lomba sholawat yang digelar Yayasan Al Markaz Al Islami dan diikuti majelis taklim Kab/Kota se Sulawesi Selatan. (Wrd)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments