
Makassar, Inspirasimakassar.com:
Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) sebagai wadah organisasi perempuan, diharapkan mengambil peran positif. Di tingkat Sulawesi Selatan BKOW yang kini dipimpin Dr.Ir.Hj.Apiaty K Amin Syam ,Ms periode 2021-2026 ini diharapkan membawa perubahan besar, utamanya kebijakan menyangkut isu isu gender dan anak, serta membuat program program penguatan jaringan, termasuk bersinergi dengan pemerintah.
Dr.Ir.Hj.Apiaty K Amin Syam,M.Si terpilih secara demokrasi menggantikan Dr.Ir.Hj.Majdah Agus, Ms, pada Musyawarah X BKOW Provinsi Sulawesi Selatan di Aula Universitas Islam Makassar (UIM), 13-15 Desember 2021. Musyawarah X itu dibuka Plt Gubernur Sulawesi Selatan diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak , Dr.Hj. Fitriah Zainuddin MZ. Dihadiri Plt Ketua PKK, sekaligus Pembina BKOW Sulsel, Naoemi Octarina, Ketua BKOW Sulsel 2014/2019, Dr.Ir.Hj.Majda MZ Agus,Ms, serta lebih 30 pengurus organisasi wanita lainnya.

Usai meraih suara terbanyak dan ditetapkan sebagai ketua terpilih, Dr.Ir.Hj.Apiaty K Amin Syam mengaku, akan melakukan dan menjalankan amanah yang telah diberikan kepadanya. “Bagi saya, kepercayana yang diberikan peserta musyawarah X kali merupakan amanah yang wajib saya jalani dengan penuh rasa tanggungjawab,” ujarnya.
Menurutnya, dalam kepemimpinan lima tahun ke depan, dirinya bersama seluruh jajaran BKOW Sulsel akan bekerja maksimal, bukan saja memajukan, melainkan menjadikan perempuan Sulsel sejajar dan lebih berkualitas. Bukan hanya itu, mantan Ketua PKK Sulsel ini juga berupaya membangun sinergitas dengan berbagai organisasi perempuan se Sulawsi Selatan untuk turut serta membangun daerah ini lebih berkembang.

Sejumlah pengurus organisasi perempuan dimintai tanggapan sekaitan terpilihnya Dr.Ir.Hj.Apiaty K Amin Syam mengaku, senang dan bangga. Sebab, wanita kelahiran 5 September 1958 bersuamikan Mayjen TNI (purn) Amin Syam tersebut memiliki kemampuan memimpin.
“Kami tidak ragu lagi. Kami senang atas terpilihnya ibu Apiaty. Beliau orang baik, dan kepemimpiannnya juga sudah terbukti. Karena itu, kami bangga organisasi BKOW ini dipimin oleh Ibu Apiaty,” ujarnya.

Secara terpisah, mantan sekretaris BKOW, Hj.Marlina mengemukakan, terpilihnya Dr.Hj Apiaty sangat demoratis. Tahapan awal muncul sejumlah nama, dan pada tahapan kedua hanya dua nama yang memenuhi syarat sebagai calon, yakni Dr.Hj.Apiaty dan Dra. Hj.Shanti Mappadjantji.
“Dan, setelah pengumutan suara, ibu Apaity meraih 21 suara, sedangkan ibu Shanti 9 suara. Dengan dmeikian, maka ibu Apiatuy menjadi ketua,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Panitia Musyawarah, Fitje Pelupessy dalam laporannya mengemukakan, Musyawarah X BKOW bertema “Peran organisasi dalam meningkatkan literasi digital. Tema yang merupakan saran dari Ketua BKOW, lantaran organisasi ini sebagai wadah, untuk mengembangkan potensi wanita, sekaligus mendorong perempuan di era digital, sehingga perempuan tidak ketinggalan dalam kemajuan teknologi.

Apalagi, demikian Fitje Pelupessy,melalui perkembangan digital, telah membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan, berbagai informasi dapat disampaikan melalui WhatsApp, Facebook, bahkan rapat2 selama pandemic dilakukan melalui virtual zoom.
Menurutnya, literasi digital menjadi penting bagi perempuan, karena perempuan berperan dalam mendidik anak dan pola pengasuhan anak di era digital.
Riwayat Organisasi Dr.Ir.Hj.Apiaty K Amin Syam,M.Si di antaranya pernah dipercayakan menjadi Ketua PMI Sulsel, Ketua PII Sulsel, Ketua BK3S Sulsel, Ketua PKBI Sulsel, Ketua PERWOSI ( Pesatuan Wanita Olahraga Indonesia Sulsel ), Ketua AMTI Sulsel, Ketua Mai Sulsel, Ketua HATERI Sulsel, Wakil Ketua 2 KONI Sulsel, Ketua Persatuan Bola Voli Cab. Makassar, Ketua Pembina Lembaga Komando KPK Kota Makassar, Ketua Pembina LSM Peduli Makassar. Termasuk Anggota DPRD Kota Makassar, dan sederet organisasi lainnya. (demikian humas panitia Hj.Ida Heriaty Linggodjiwo melaporkan dari kampus UIM)




