
Makassar, Inspirasimakassar.com:
Dampak terhadap kesehatan, efek emisi gas buang kendaraan dari hasil pembakaran tidak sempurna dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernafasan.
Hal ini dipicu, apabila mengihirup udara tidak sehat yang disebabkan adanya kandungan Nitrogen Oksida, Hidrokarbon, dan Karbonmonoksida di udara. Apabila menggunakan bahan bakar minyak (BBM) beroktan rendah memiliki dampak buruk.
Sales Area Manager Retail Sulseltra, Probo Prasidda Hayu menjelaskan, efek emisi gas buang kendaraan dari hasil pembakaran tidak sempurna berdampak pada kesehatan.
“Pusing, sakit kepala, dan mual adalah gejala penyakit ketika menghirup udara tidak sehat diakibatkan hasil pembakaran tidak sempurna pada kendaraan”, paparnya, (Kamis, 3/12/2020).
Dampak lebih beratnya, adanya gangguan pada sistem kardiovaskuler, gangguan pada sistem pernafasan, menurunnya kemampuan gerak tubuh, serangan jantung, dan kematian.
Selain itu, kadar Oktan atau biasa disebut juga kualitas penyalaan dan pembakaran BBM, yang terlalu rendah terhadap mesin kendaraan memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang.
Untuk jangka pendek di antaranya, keluaran mesin menjadi tidak optimal, konsumsi BBM menjadi lebih boros, mesin menggelitik (knocking) dan biaya perawatan mesin lebih mahal.
Efek jangka panjangnya, penggunaan BBM beroktan rendah dapat merusak piston (kondisi terburuk menjadi berlubang), terjadi pengendapan kerak karbon (deposit), merusak mesin kendaraan (turun mesin), hingga mengeluarkan emisi gas buang yang lebih polutif.
Sementara dampak terhadap lingkungan, efek emisi gas buang kendaraan dari hasil pembakaran tidak sempurna.
Hal ini membuat polisi udara. Melihat berbagai dampak buruk itu, peralihan penggunaan BBM beroktan rendah ke tinggi harus segera diimplementasikan.
Hanya saja kesadaran masyarakat akan BBM berkualitas masih sangat rendah. rata-rata konsumsi harian BBM di Sulawesi mencapai 6.824 KL/hari.
Dari jumlah tersebut proporsi konsumsi premium di Sulawesi sebesar 56,5 persen dan Kota Makassar sebesar 70,5 persen.
Hal ini menunjukkan masyarakat di Kota Makassar belum sadar akan penggunaan PertaSeries yang merupakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan.
“Dari 5 kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Denpasar, Tangerang, Bandung, dan Makassar, kualitas udara di Makassar tidak sehat diakibatkan 70,5% masyarakatnya masih gunakan premium yang kualitasnya rendah dan tidak ramah lingkungan”, pungkasnya. (hadi)




