
Makassar, Inspirasimakassar.com:
Calon Wali Kota (Cawalkot) Makassar nomor urut satu, Danny Pomanto (DP), dalam akun YouTube Rijal Djamal berdurasi 48 menit 37 detik
dengan tajuk “Top, Danny Pomanto Buktikan Kerjanya, Tapi!?, Kacang Lupa Kulit? Rakyat Sudah Cerdas dari Lorong”, sejak diunggah 28 September 2020 lalu sudah ditonton 16ribu penonton.
Salah satu pemaparan menarik DP pada video tersebut adalah pengakuan DP bahwa perusahaan konsultan miliknya bangkrut. Ia berdalih perusahaan konsultannya bangkrut karena tak mau badan usahanya ikut ambil bagian dalam proyek pemerintah saat menjabat Wali Kota.
Padahal, perusahaan itu sempat berjaya sewaktu dia masih menjadi konsultan di era kepemimpinan Walikota Ilham Arief Sirajuddin atau biasa disapa IAS.
“O iya, bisa dilihat sudah bangkrut saya punya perusahaan,” tegas DP saat Rijal Djamal coba menanyakan soal perusahaan DP yang disebutnya bangkrut.
Pengakuan DP dinilai sangat monohok dan mengejutkan, Politisi Partai Nasdem yang hengkang ke Partai Gerindra jelang pendaftaran Pilwalkot Makassar 2020, disebutkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2013 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar Rp32,58 miliar. Setahun pasca menjabat Wali Kota, harta kekayaan DP mulai melonjak menjadi Rp74,9 miliar.
Selanjutnya, DP memperbaharui laporan harta kekayaannya pada 2017 menjadi Rp79,73 miliar. Berselang setahun, ada kenaikan menjadi Rp.80,54 Miliar. Laporan harta kekayaan terakhir pada 2019, terjadi kenaikan signifikan menjadi Rp197,52 Miliar.
Pengakuan monohok DP ini pun direspon nitizen podcast Rijal Djamal, Akun Abunawas misalnya yang menyebut DP mengaku perusahaannya bangkrut, tapi malah tercatat sebagai Calon Wali Kota Terkaya.
“Bangkrut bede perusahaannya tapi pengumuman harta kekayaan Calon Wali Kota Makassar oleh KPU disebut paling kaya diantara 3 kandidat Cawalkot Makassar,” tulis nitizen tersebut diakun youtube Rijal Djamal. (rls)




