
Mamuju, Inspirasimakassar,com:
Sesuai laporan Badan Statistik Pusat (BPS) bahwa produksi kacang kedelai Nasional pada 2018 berada dikisaran angka 2,38 juta atau 4,4% dari total impor tahun sebelumnya yang menembus angka 2,27 ton. Sedangkan jumlah produksi kacang kedelai dalam negeri sebesar 982,598 ton, sementara kebutuhan kedelei nasional mencapai 3,36 juta ton pertahun.
Dari data ini, Indonesia melalui kementrian pertanian meluncurkan sebuah program swasembada pangan nasional kedelai mandiri. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tentu menyambut gembira dan memberkan dukungan penuh terhadap strategi nasional kemandirian pangan ini.
Dalam rangka pemenuhan target dan kebutuhan nasional akan kedelei sebagai perpanjangan tangan program pemerintah pusat, khususnya kementrian pertanian, maka saat ini Pemprov Sulbar menyiapkan brigade kacang kedelai.

Program ini juga dirancang dengan membangun kemitraan kerjasama berbagai pihak, seperti petani, penggarap, pedangang, investor, eksportir bulog, perbankan dan pihak swasta lainnya. Agar program ini sukses, maka kelembagaan akan disusun dengan melibatkan langsung kelembagaan kecamatan dan desa.
Hal ini dipaparkan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) didepan sejumlah wartawan baik cetak, elektronik maupun online di lobi utama rujab Gubernur Sulbar dalam acara konfresi pers, sabtu (25/07-2020).
“Untuk lahan, Sulawesi Barat membutuhkan 50.000 ha. Sebagai langkah perdana tahun ini, telah dilakukan penanaman seluas 500 ha melalui bantuan PT. Multi agro plantation yang lokasinya berada di kecamatan wonomulyo kabupaten Polman” Tutur ABM yang juga merupakan mantan Bupati Polman dua periode.
Lebih lanjut ABM, di tahun 2021 Sulbar akan menyiapkan lahan secara bertahap hingga mencapai 50.000 ha. Target Nasional produksi perhektar sebanyak 4 ton dengan asumsi 1 ton/hektar. Untuk mencapai target besar, peran petani, pengumpul dan yang bermitra peran serta nya tentu sangat diharapkan.
“Untuk memenuhi hasil produksi tentunya pemasaran nya pun harus terjamin, hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena PT. Multi Agro plantation sudah menjamin dan akan menerima semua hasil produksi kita. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sendiri akan turun langsung kelapangan mendampingi serta menyiapkan kelembagaan brigade” pungkasnya. (sabar)




