
Sulbar, Inspirasimakassar.com :
Untuk menguatkan sinergitas Polda Sulbar dan Media, pun demi tetap terbangunnya silaturahim antara media dan pihak Polda Sullbar dan Polres metro Mamuju, salah satunya adalah melalui kegiatan rutin coffee morning.
Agenda coffe morning yang setiap bulan digelar oleh pihak Polda Sulbar ini merupakan kegiatan rutin kepolisan daerah Sulawesi Barat.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penguatan koordinasi, komunikasi, kebersamaan sehingga penyajian berita kepada masyarakat tersampaikan sesuai dengan faktual yang ada.
Untuk kegiatan ngopi bareng (Coffee Morning) kali ini digelar di Mapolres Mamuju Jumat (23/8/19).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si, para PJU Polda Sulbar, Kapolres Mamuju AKBP Muhammad Rivai beserta para awak media se-kabupaten Mamuju.

Seperti biasanya, kegiatan coffee morning ini diisi dengan bincang santai sekaligus membahas terkait perkembangan situasi kamtibmas yang terjadi di wilayah Sulawesi Barat.
“Tujuannya coffe morning ini senantiasa digelar tentu agar setiap permasalahan yang ada di sulbar bisa dituntaskan bersama melalui masukan dan saran dari teman-teman media.” Tutur Kabid Humas Polda Sulbar AKBP Hj. Masyhuri.

Kapolda Sulbar pada kesempatannya menyampaikan, perbandingan situasi kamtibmas bulan Juli dengan Agustus 2019. “Secara umum terjadi peningkatan di empat sektor terutama soal narkoba dari 7 menjadi 11 kasus.Kemudian kasus pencurian juga meningkat. Khusus untuk lalulintas, pelanggaran meningkat sekitar 68 persen. Sementara lakalantasnya terjadi penurunan 3 persen. Khusus untuk kasus jalan arteri Alhamdulillah telah disikapi dengan baik oleh direktorat lalulintas maupun Dirkrimsus sehingga sudah ada kejelasan untuk perawatan jalan tersebut.” Beber Kapolda Sulbar.
Dikesempatan yang sama Kapolres metro Mamuju, sampai dengan saat ini kasus-kasus yang kami tangani dan sudah kami ungkap dari bulan Juni, Juli dan Agustus ada 7 jenis yakni, pembunuhan, penganiayaan, curanmor, curas, curat dan pencurian, dan sebahagian kasus tersebut sudah p21. Yang menjadi perhatian nasional adalah soal kebakaran hutan. Di daerah kita yaitu di Mamuju dan Mamuju tengah ada beberapa titik. Di Mamuju ada 5 titik sementara di Mamuju tengah ada 1 titik. Kebakaran hutan atau lahan terjadi karena pemilik lahan tidak mengetahui kalau dilarang membakar lahan, tutur Kapolres Mamuju.
Lebih lanjut Kapolres menyatakan, mengenai data lalu lintas, bahwa pelanggaran lalu lintas mengalami peningkatan sebanyak 418 Kasus dari 721 (Juni) naik menjadi 1.210 di bulan Juli 2019 atau sekitar 68%.
Usai memaparkan situasi kamtibmas, seperti biasanya kegiatan ini juga diwarnai dengan tanya jawab serta saran dari media terkait kondisi yang terjadi saat ini.
Diakhir kegiatan, Kapolda Sulbar juga mengaharapkan agar hubungan silaturahmi dan sinergitas yang sudah terjalin ini tetap terjaga dengan baik demi membawa daerah ini tetap kondusif, tenteram dan damai serta sulbar yang tetap malaqbi, tuturnya.




