Jumat, Januari 2, 2026
Google search engine
BerandaBeritaPolitik Uang Hancurkan Tatanan Demokrasi

Politik Uang Hancurkan Tatanan Demokrasi

Kepulauan Selayar, Inspirasimakassar.com :
Mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Masyarakat Selayar (DPW Permas) Sulawesi Tenggara, Drs H Hasanuddin DM, M.Si kembali mengingatkan masyarakat Selayar termasuk orang Selayar yang ada diperantauan untuk menghindari praktik money politic di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar pada September 2020 mendatang.
    “Praktik politik uang itu sangat menghancurkan tatanan dan kehidupan demokrasi serta merusak sendi-sendi dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Jika praktik politik uang kembali dipertontonkan oleh para pasangan calon di Pilkada nanti, itu berarti suatu isyarat bahwa Kabupaten Kepulauan Selayar gagal berdemokrasi.” tegasnya kepada media ini malam tadi, Selasa (18/06/19) via selulernya dari Makassar.
      Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar secara langsung, umum, bebas dan rahasia serentak akan digelar di 12 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan dan rencana tahapannya akan dimulai pada September tahun 2019 ini diharapkan masyarakat Selayar tidak salah pilih lagi. Seorang calon pemimpin yang bagi-bagi uang dengan harapan untuk dicoblos pada hari H, itu merupakan suatu tindakan pembodohan terhadap rakyat dengan mengkhianati tatanan berdemokrasi di Bumi Tanadoang. Pemimpin itu harus memiliki agenda yang jelas dalam menentukan arah masa depan Selayar yang sejahtera, makmur serta mempunyai idealisme ditengah-tengah masyarakat yang dipimpinnya.
      Untuk menghindari terjadinya benturan yang mengarah kepada chaos ditengah-tengah kehidupan masyarakat, salah satunya adalah dengan tidak mengandalkan uang pada pesta demokrasi yang akan digelar di 11 wilayah kecamatan didaerah ini pada September  2020 nanti.” katanya.
      Hal senada juga dilontarkan oleh salah seorang Dosen di Universitas Tadulako (Untad) Palu Sulawesi Tengah. Menurut Mashahoro,” Pemilihan Kepala Daerah yang ditandai dengan politik uang serta melakukan kampanye hitam itu dinilai sangat menciderai proses demokrasi dalam menyeleksi calon pemimpin masa depan Selayar yang saat ini sedang dibangun dalam era keterbukaan dan kebebasan.
      Biarkanlah masyarakat dan rakyat Selayar untuk menetukan pilihannya sesuai hati nurani tanpa harus ada tekanan apalagi iming-iming politik di Pilkada 2020 nanti. Saya kira masyarakat Selayar sudah merasakan betapa buruknya dampak daripada politik uang selama ini. Olehnya itu masyarakat harus cerdas dan pintar untuk memilih pemimpin yang sesuai nurani, aspiratif dan layak.” kuncinya. (M. Daeng Siudjung Nyulle)

Din Pattisahusiwa
Din Pattisahusiwahttps://inspirasimakassar.id
Wartawan kriminal dan politik harian Pedoman Rakyat Ujungpandang dan sejumlah harian di Kota Daeng Makassar, seperti Ujungpandang Ekspres (grup Fajar) dan Tempo. Saat ini menjadi pemimpin umum, pemimpin perusahaan, dan penanggungjawab majalah Inspirasi dan Website Inspirasimakassar.com. Sarjana pertanian yang juga Ketua Umum Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Al-Gazali--kini Universitas Islam Makassar ini menyelesaikan pendidikan SD di tanah kelahirannya Siri Sori Islam Saparua, SMP Negeri 2 Ambon, dan SPP-SPMA Negeri Ambon. Aktif di sejumlah organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Di organisasi kedaerahan, bungsu dari tujuh bersaudara pasangan H Yahya Pattisahusiwa dan Hj.Saadia Tuhepaly ini beristrikan Ama Kaplale,SPT,MM dan memiliki dua orang anak masing-masing Syasa Diarani Yahma Pattisahusiwa dan Muh Fauzan Fahriyah Pattisahusiwa. Pernah diamanahkan sebagai Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Siri Sori Islam (IPPSSI) Makassar. Kini, Humas Kerukunan Warga Islam Maluku (KWIM) Pusat Makassar dan Wakil Sekjen Kerukunan Keluarga Maluku (KKM) Makassar.
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments